[Maka mereka pun menjadikan ajaran leluhur mereka sebagai hujah untuk menentang apa yang dibawa oleh nabi mereka, Nuh ﵇.
Adapun kaum Nabi Shalih berkata kepadanya, “Apakah engkau melarang kami menyembah apa yang telah disembah oleh leluhur kami?”¹. Kaum Ibrahim berkata kepadanya, “Bahkan kami mendapati leluhur kami memang berbuat demikian.”². Fir‘aun berkata kepada Musa ﵇, “Bagaimana dengan generasi-generasi terdahulu?”³. Dan para musyrik Arab berkata kepada Muhammad ﷺ—ketika beliau bersabda kepada mereka, “Ucapkanlah: لا إله إلا الله”—mereka menjawab, “Kami belum pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini tidak lain hanyalah rekaan belaka.”⁴.
Kedua: Di antara kerancuan yang dikemukakan para penyembah kubur masa kini ialah persangkaan mereka bahwa cukup dengan mengucapkan lā ilāha illāllāh seseorang pasti masuk surga; apa pun yang ia lakukan, ia tidak akan kafir selama masih mengucapkan lā ilāha illāllāh. Mereka berpegang pada lahiriah hadis-hadis yang menyatakan bahwa siapa pun yang melafalkan dua kalimat syahadat diharamkan atasnya neraka.
Jawaban atas kerancuan ini: hadis-hadis tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan dibatasi oleh hadis-hadis lain yang menegaskan bahwa siapa yang mengucapkan lā ilāha illāllāh harus meyakini maknanya dengan hati, mengamalkannya, dan mengingkari segala yang disembah selain Allah; sebagaimana dalam hadis ‘Itbān: “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan ‘lā ilāha illāllāh’ karena mengharap wajah Allah.” Adapun orang-orang munafik juga mengucapkan lā ilāha illāllāh dengan lisan mereka, namun mereka berada di tingkatan neraka paling bawah, karena hati mereka tidak meyakini kandungannya. Dalam Shahih Muslim disebutkan: “Barang siapa mengucapkan ‘lā ilāha illāllāh’ dan mengingkari apa yang disembah selain Allah, maka darah dan hartanya terpelihara, sementara perhitungannya terserah kepada Allah.” Maka Nabi ﷺ menggantungkan keharaman harta dan darah pada dua syarat: pertama, mengucapkan lā ilāha illāllāh; dan kedua, mengingkari segala yang disembah selain …]