di majelis-majelis.
Nabi ﷺ telah memperingatkan tentang pembuatan gambar dalam semua bentuknya, melarangnya, mengancam para pelakunya dengan ancaman yang paling keras, dan memerintahkan untuk menghapus atau mengubahnya. Sebab, menggambar berarti menandingi ciptaan Allah ﷿ yang Mahatunggal dalam penciptaan; si pembuat gambar berusaha menyaingi Allah ﷿ dalam hal yang hanya dimiliki-Nya. Selain itu, gambar adalah salah satu sarana syirik; syirik pertama kali muncul di bumi karena gambar, ketika setan membujuk kaum Nuh untuk menggambar orang-orang saleh dan menegakkan gambar-gambar mereka di majelis-majelis guna mengingat keadaan mereka dan meneladani mereka dalam ibadah, hingga akhirnya gambar-gambar itu disembah dan diyakini dapat memberi manfaat atau mudarat tanpa izin Allah.
Karena itu, pembuatan gambar adalah cikal bakal penyembahan berhala. Menggambar makhluk pada dasarnya adalah memuliakannya dan—dalam kebanyakan kasus—bergantung kepadanya, terutama jika yang digambar memiliki kedudukan, ilmu, atau kesalehan, dan lebih-lebih lagi bila gambar itu diagungkan dengan dipajang di dinding, ditegakkan di jalan atau lapangan. Perbuatan ini membuat orang-orang jahil dan tersesat tertarik kepadanya, meskipun setelah waktu yang lama. Di samping itu, ia juga membuka pintu bagi pendirian patung dan berhala yang disembah selain Allah.
Aku akan mengemukakan hadis-hadis sahih dan tegas tentang masalah ini, disertai komentar seperlunya.
- Dari Abu Hurairah ﵁, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah Ta‘ala berfirman, ‘Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang hendak mencipta seperti ciptaan-Ku?! Maka ciptakanlah oleh mereka seekor semut, atau ciptakanlah sebutir biji, atau ciptakanlah sebutir gandum.’” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maknanya: tidak ada yang lebih zalim daripada pembuat gambar; karena ketika ia membuat gambar menyerupai apa yang Allah ciptakan—baik manusia, hewan ternak, maupun makhluk bernyawa lainnya—ia telah menandingi ciptaan Allah, yang merupakan Pencipta segala sesuatu, Pemilik dan Pengatur semuanya, dan Dialah yang membentuk seluruh