kebingungan ini dalam kesesatan:
Mengapa kalian tidak menjelaskan kepada mereka jalan kebenaran dan melarang mereka dari syirik yang besar ini, padahal kalian tinggal dan bergaul bersama mereka?!
Mengapa kalian menyia-nyiakan kewajiban dakwah dan penjelasan yang Allah tetapkan atas kalian melalui firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang telah diberi Kitab, ‘Sungguh kalian harus menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya’”¹?!
Bukankah para ulama adalah pewaris para nabi, sementara para nabi datang untuk menolak syirik ini dan memerangi para pelakunya sampai agama seluruhnya hanya bagi Allah?!
Maka bertakwalah kepada Allah yang telah memikulkan tanggung jawab itu kepada kalian dan pasti akan menanyainya; sebab dalam hadis sahih disebutkan bahwa seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya termasuk golongan pertama yang disulut api neraka pada Hari Kiamat.
Jika kalian memandang hal ini sebagai syirik tetapi membiarkan manusia melakukannya, maka persoalannya sangat berbahaya; dan jika kalian tidak menganggapnya syirik, maka persoalannya lebih berbahaya lagi, karena berarti kalian tidak mengetahui sesuatu yang paling jelas sekalipun.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum Muslimin dan tunjukilah orang-orang yang tersesat; sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
10. Pembuatan gambar sebagai sarana menuju syirik.
Yang dimaksud dengan gambar adalah memindahkan rupa dan bentuk melalui goresan, pengambilan dengan alat, atau pahatan, lalu menempatkan rupa itu pada kanvas, kertas, atau patung.
Para ulama membahas masalah gambar dalam bab akidah, karena gambar merupakan salah satu sarana syirik dan bentuk klaim ikut serta—atau upaya untuk ikut serta—dalam penciptaan yang hanya milik Allah.
Syirik pertama kali muncul di bumi juga disebabkan oleh gambar, ketika kaum Nuh membuat gambar orang-orang saleh lalu menegakkan gambar-gambar tersebut.
¹ Q.S. Âli ‘Imrân: 187.