[pujian.
7- Beliau ﷺ melarang menunaikan nazar apabila nazar itu dikaitkan dengan suatu tempat di mana berhala disembah atau diadakan perayaan jahiliah.
Semua ini beliau peringatkan demi menjaga dan memelihara tauhid, serta menutup segala sarana dan celah yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan.
Namun, sekalipun penjelasan Nabi ﷺ begitu sempurna dan upaya beliau untuk menjauhkan umat dari syirik begitu kuat, banyak orang justru menyelisihi Sunnah beliau dalam perkara kubur: mereka mendirikan kubah di atasnya, membangun masjid di atasnya, menghiasinya dengan berbagai ornamen, dan mempersembahkan padanya berbagai bentuk ibadah selain kepada Allah.
Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata, “Siapa yang mengumpulkan Sunnah Rasulullah ﷺ tentang kubur—apa yang beliau perintahkan dan larang—serta keadaan para sahabat, lalu membandingkannya dengan kondisi kebanyakan manusia hari ini, niscaya ia akan mendapati keduanya saling bertentangan dan tidak mungkin bersatu selamanya. Rasulullah ﷺ melarang shalat menghadap kubur, sementara mereka shalat di sisi dan menghadapinya; beliau melarang menjadikannya masjid, sedangkan mereka membangun masjid di atasnya dan menamakannya maqam sebagai tandingan rumah-rumah Allah; beliau melarang menyalakan lampu di atasnya, namun mereka mewakafkan harta khusus untuk menyalakan lentera di atasnya; beliau melarang menjadikannya hari raya, tetapi mereka menjadikannya hari raya dan manasik yang mereka hadiri sebagaimana—bahkan melebihi—hari raya; beliau memerintahkan agar kubur diratakan, sebagaimana diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya dari Abu al-Hayyaj al-Asadi, ia berkata: Ali radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku, ‘Maukah engkau aku utus sebagaimana Rasulullah ﷺ mengutusku? Janganlah engkau biarkan gambar kecuali engkau hapus, dan tidak ada kubur yang menonjol kecuali engkau ratakan.’ Namun mereka justru melampaui larangan ini: mereka meninggikannya setinggi rumah dan mendirikan kubah di atasnya. Beliau juga melarang melapisi kubur dengan kapur serta membangun di atasnya, sebagaimana riwayat Muslim dari Jabir radhiyallahu ‘anhu: ‘Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang melapisi kubur dengan kapur, duduk di atasnya…’]