[Bahaya syirik dan kewajiban mewaspadainya dengan menjauhi sebab-sebabnya:
Syirik merupakan dosa yang paling besar; karena Allah Ta‘ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuni siapa pun yang tidak bertobat darinya, padahal Dia sendiri telah menetapkan rahmat atas diri-Nya. Hal ini menuntut seorang hamba untuk sangat waspada dan sangat takut terhadap syirik yang demikian keadaannya, serta mendorongnya untuk mengenalinya agar dapat menghindarinya; sebab ia adalah seburuk-buruk keburukan dan se-zalim-zalim kezaliman. Allah Ta‘ala berfirman: “Sesungguhnya syirik benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqmān: 13). Hal itu karena syirik merendahkan Allah dan menyamakan selain-Nya dengan-Nya; sebagaimana firman-Nya: “Orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka menyamakan (sesuatu) dengan-Nya” (QS. al-An‘ām: 1), dan firman-Nya: “Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan, padahal kalian mengetahui” (QS. al-Baqarah: 22). Selain itu, syirik bertentangan dengan tujuan penciptaan dan perintah dari seluruh]