Mereka lari dari perbudakan yang menjadi tujuan penciptaan mereka, lalu mereka pun terjerat dalam perbudakan diri dan setan.
Maka tidak ada persatuan hati dan tidak ada kebaikan bagi alam kecuali dengan tauhid; sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
‘Apakah mereka menjadikan tuhan-tuhan dari bumi yang dapat menghidupkan (orang mati)? Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) terdapat tuhan-tuhan selain Allah, niscaya keduanya pasti rusak binasa; maka Mahasuci Allah, Rabb ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.’ (QS. Al-Anbiyā’: 21-22).
Oleh sebab itu, apabila bumi telah kosong dari tauhid, maka Kiamat pun terjadi; sebagaimana hadis riwayat Muslim dari Nabi ﷺ: “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga di muka bumi tidak lagi diucapkan, ‘Allah, Allah.’”
Sebagaimana kaum musyrik terdahulu berpecah-belah dalam ibadah dan sesembahan mereka, demikian pula para pengkultus kubur pada masa kini berpecah-belah dalam ibadah kuburan; masing-masing memiliki makam tertentu yang mereka dekati dengan berbagai bentuk ibadah, dan setiap tarekat sufi mempunyai seorang syekh yang para muridnya jadikan sebagai tuhan selain Allah, yang menetapkan bagi mereka ajaran agama tanpa izin Allah.
Demikianlah setan mempermainkan anak Adam, dan tidak ada keselamatan dari kejahatan dan tipu dayanya kecuali dengan mentauhidkan Allah dan berpegang teguh pada Kitab-Nya serta Sunah Rasul-Nya.
Kami memohon kepada Allah agar Dia memperlihatkan kebenaran kepada kami sebagai kebenaran dan menganugerahi kami kemampuan untuk mengikutinya, serta memperlihatkan kebatilan kepada kami sebagai kebatilan dan menganugerahi kami kemampuan untuk menjauhinya. Sesungguhnya Dia-lah Pelindung kami; sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.