[…dikhususkan bagi Rasulullah?!¹
Ini hanyalah sebuah contoh, dan para ulama senantiasa mengecam para pelaku bidah di setiap zaman, alhamdulillah.
Metode Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Menanggapi Pelaku Bidah
Metode mereka dalam hal ini dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunah; ia merupakan metode yang meyakinkan dan membungkam, karena mereka mengemukakan kerancuan-kerancuan para pelaku bidah lalu membatalkannya, serta berdalil dengan Al-Qur’an dan Sunah tentang kewajiban berpegang teguh pada sunah dan larangan terhadap bidah dan perkara-perkara baru. Mereka telah menulis banyak karya tentang hal ini, membantah buku-buku akidah Syiah, Khawarij, Jahmiyyah, Mu‘tazilah, dan Asy‘ariyah dalam pokok-pokok iman dan akidah; mereka juga menulis kitab-kitab khusus di bidang ini. Di antaranya Imam Ahmad menulis kitab “Ar-Radd ‘alal Jahmiyyah”; ulama lain seperti ‘Utsman ad-Dârimi pun menulis kitab dalam masalah ini; demikian pula karya-karya Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, muridnya Ibnul Qayyim, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan selain mereka, berupa bantahan terhadap kelompok-kelompok tersebut serta terhadap kaum pemuja kuburan dan kalangan sufi.
Adapun kitab-kitab khusus yang ditulis untuk membantah para pelaku bidah jumlahnya sangat banyak. Di antaranya, sebagai contoh dari karya-karya klasik:
- Kitab “Al-I‘tiṣām” karya Imam asy-Syâṭibî.
- Kitab “Iqtidhāʾ ash-Ṣirāṭ al-Mustaqīm” karya Syekhul Islam Ibnu Taimiyah; bantahan terhadap para pelaku bidah mengisi porsi besar dari kitab ini.
- Kitab “Inkâr al-Ḥawādits wa al-Bid‘a” karya Ibn Waddâḥ.]