kemudian beliau bersabda, “Inilah jalan-jalan; pada setiap jalan ada setan yang mengajak kepadanya.”¹ Lalu beliau membaca, “Dan bahwa inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (lain), sehingga kalian berpisah dari jalan-Nya. Itulah yang Dia wasiatkan kepada kalian agar kalian bertakwa.”²
Maka siapa saja yang berpaling dari al-Kitab dan Sunah akan diperebutkan oleh berbagai jalan yang menyesatkan dan bid‘ah yang diada-adakan.
Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya bid‘ah dapat diringkas sebagai berikut: kebodohan terhadap hukum-hukum agama, mengikuti hawa nafsu, fanatisme terhadap pendapat dan tokoh, serta meniru orang-orang kafir dan mengikuti mereka. Berikut penjelasan ringkas masing-masing faktor.
- Kebodohan terhadap hukum-hukum agama:
Semakin jauh masa berselang dan manusia menjauh dari peninggalan risalah, ilmu pun berkurang dan kebodohan menyebar; sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Barangsiapa di antara kalian yang hidup (sesudahku) akan melihat banyak perselisihan.”³ Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan sekali mencabut dari para hamba, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama; sehingga bila tak tersisa seorang alim pun, manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh; mereka ditanya, lalu berfatwa tanpa ilmu; mereka sesat dan menyesatkan.”⁴
Tidak ada yang dapat menandingi bid‘ah kecuali ilmu dan para ulama; maka apabila ilmu dan ulama hilang, bid‘ah memperoleh kesempatan untuk muncul dan menyebar, dan para pelakunya pun menjadi giat.
- Mengikuti hawa nafsu:
Siapa yang berpaling dari al-Kitab dan Sunah pasti akan mengikuti hawa nafsunya, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Jika mereka tidak memenuhi (ajakan)mu, maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka; dan siapa …”