[…“Maka sembahlah Dia dan teguhkanlah dirimu dalam beribadah kepada-Nya; apakah engkau mengetahui ada yang sepadan dengan-Nya?” (1); firman-Nya pula, “Dan bagi Allah-lah nama-nama terindah, maka bermohonlah kepada-Nya dengannya,” (2); dan firman-Nya tentang Khalil-Nya, Ibrahim, ketika ia berkata kepada ayahnya, “Wahai Ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, dan sama sekali tidak dapat menolongmu?” (3); juga firman-Nya, “Jika kalian menyeru mereka, niscaya mereka tidak mendengar seruan kalian,” (4); dan firman-Nya, “Sementara kaum Musa, sepeninggalnya, membuat dari perhiasan mereka anak sapi yang bertubuh dan bersuara; tidakkah mereka melihat bahwa (anak sapi itu) tidak dapat berbicara kepada mereka dan tidak dapat menunjukkan jalan kepada mereka?” (5).
-
Di antaranya ialah tantangan Allah terhadap sesembahan kaum musyrik—melemahkan dan membuktikan ketidakberdayaan mereka—sebagaimana firman-Nya, “Apakah mereka mempersekutukan (Allah) dengan sesuatu yang tidak mampu menciptakan apa-apa, padahal ia sendiri diciptakan—yang tidak kuasa menolong mereka dan bahkan tidak kuasa menolong dirinya sendiri?” (6); firman-Nya, “Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kalian sangka (sebagai tuhan) selain Dia; mereka tidak memiliki kekuasaan untuk menyingkirkan bahaya dari kalian dan tidak pula memindahkannya,’” (7); firman-Nya, “Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang sama sekali tidak memiliki kemampuan memberi rezeki kepada mereka, baik dari langit maupun dari bumi, dan mereka sendiri pun tidak berdaya,” (8); serta firman-Nya, “Wahai manusia! Diajukan suatu perumpamaan, maka dengarkanlah; sesungguhnya apa yang kalian seru selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan bila lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tak akan dapat merebutnya kembali darinya. Lemahlah yang memohon dan yang dimohon,” (9).
-
Termasuk pula celaan terhadap kaum musyrik yang menyembah selain Allah, sebagaimana firman-Nya, “Ia berkata, ‘Apakah kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberi manfaat apa pun kepada kalian dan tidak pula menimpakan mudarat? Celakalah kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah! Tidakkah kalian berakal?’” (10); dan firman-Nya, “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah—yang tidak akan memperkenankan (doanya) sampai Hari Kiamat—sedang mereka lalai terhadap doa mereka?” (11).
-
Di antaranya juga: penjelasan tentang kesudahan kaum musyrik yang menyembah selain Allah, serta nasib mereka bersama sembahan-sembahan itu—yang kelak berlepas diri dari mereka pada saat paling genting—sebagaimana firman-Nya, “Sekiranya orang-orang zalim itu melihat, ketika mereka menyaksikan azab, bahwa seluruh kekuatan hanyalah milik Allah semata dan bahwa Allah …”]