Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[2- Menolong dan membantu kaum muslimin dengan jiwa, harta, dan lisan dalam segala hal yang mereka butuhkan, baik urusan agama maupun dunia mereka. Allah Taʿālā berfirman: “Dan orang-orang mukmin, laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain,”[1] dan firman-Nya: “Apabila mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan) agama, maka wajib atas kalian memberikan pertolongan, kecuali kepada suatu kaum yang antara kalian dengan mereka terdapat perjanjian.”[2]

3- Merasakan penderitaan mereka tatkala mereka tertimpa musibah dan bergembira bersama mereka tatkala mereka berbahagia. Nabi ﷺ bersabda, “Perumpamaan kaum muslimin dalam kasih sayang, kecintaan, dan rasa belas kasih di antara mereka bagaikan satu tubuh; bila satu anggota sakit, seluruh tubuh turut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” Beliau ﷺ juga bersabda, “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan; sebagian mengokohkan sebagian yang lain,” seraya beliau merapatkan jari-jemarinya.

4- Menasihati mereka, mencintai kebaikan untuk mereka, serta tidak menipu dan memperdaya mereka. Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” Beliau juga bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain; ia tidak meremehkannya, tidak menelantarkannya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh). Cukuplah seseorang terjerumus dalam keburukan apabila ia meremehkan saudaranya yang muslim. Seluruh diri seorang muslim adalah haram (dilanggar) bagi muslim lainnya: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” Beliau ﷺ bersabda pula, “Janganlah kalian saling membenci, saling membelakangi, saling menaikkan harga fiktif, dan janganlah sebagian kalian menjual di atas penjualan saudaranya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

5- Menghormati dan memuliakan mereka, tidak merendahkan dan mencela mereka. Allah Taʿālā berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum menertawakan kaum yang lain; boleh jadi mereka (yang diperolok) lebih baik daripada mereka (yang menertawakan). Dan janganlah pula perempuan-perempuan (menertawakan) perempuan lain; boleh jadi yang (diperolok) lebih baik daripada yang (menertawakan). Janganlah kalian mencela diri-diri kalian sendiri, dan jangan pula saling memanggil dengan gelar-gelar buruk. Seburuk-buruk sebutan ialah kefasikan setelah beriman; barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim. Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa; janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah; sungguh Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”[3]

6- Menyertai mereka pada masa sulit, susah, maupun lapang; berbeda dengan …]

1. At-Taubah: 71. 2. Al-Anfal: 72. 3. Surah Al-Hujurat, ayat 11–12.
٢- مناصرة المسلمين ومعاونتهم بالنفس والمال واللسان فيما يحتاجون إليه في دينهم ودنياهم: قال تعالى: ﴿وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ﴾ ١، وقال تعالى: ﴿وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلاّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ﴾ ٢. ٣- التألم لألمهم والسرور بسرورهم؛ قال النبي ﷺ: "مثل المسلمين في توادهم وتعاطفهم وتراحمهم كالجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو؛ تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر"، وقال - أيضا ﵊: "المؤمن للمؤمن كالبنيان، يشد بعضه بعضا" وشبك بن أصابعه ﷺ. ٤- النصح لهم ومحبة الخير لهم وعدم غشهم وخديعتهم؛ قال ﷺ: "لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه"، وقال: "المسلم أخو المسلم؛ لا يحقره، ولا يخذله، ولا يسلمه، بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم، كل المسلم على المسلم حرام؛ دمه، وماله، وعرضه"، وقال ﵊: "لا تباغضوا، ولا تدابروا، ولا تناجشوا، ولا يبيع بعضكم على بيع بعضن وكونوا عباد الله إخوانا". ٥- احترامهم وتوقيرهم وعدم تنقصهم وعيبهم، قال تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ﴾ ٣. ٦- أن يكون معهم في حال العسر والشدة والرخاء؛ بخلاف أهل
١ التوبة: ٧١. ٢ الأنفال: ٧٢. ٣ سورة الحجرات، الآيتان: ١١ ـ ١٢.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie