Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[Manifestasi Loyalitas kepada Orang-orang Beriman
Manifestasi loyalitas kepada kaum mukminin telah dijelaskan oleh Al-Kitab dan As-Sunnah. Di antaranya:
1- Berhijrah ke negeri-negeri kaum muslimin dan meninggalkan negeri-negeri orang kafir. Hijrah ialah berpindah dari negeri orang kafir ke negeri orang muslim demi menyelamatkan agama.
Hijrah dengan pengertian dan tujuan ini hukumnya wajib dan tetap berlaku hingga matahari terbit dari barat saat terjadinya Kiamat.
Nabi ﷺ pun berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrik; karena itu haram bagi seorang muslim menetap di negeri kafir, kecuali bila ia tidak mampu berhijrah darinya atau keberadaannya di sana membawa maslahat agama, seperti berdakwah kepada Allah dan menyebarkan Islam.
Allah Taʿālā berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan para malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, lalu (malaikat) bertanya, ‘Dalam keadaan apa kalian dahulu?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri itu.’ (Malaikat) berkata, ‘Bukankah bumi Allah luas sehingga kalian dapat berhijrah di dalamnya?’ Maka tempat tinggal mereka adalah Jahanam—dan itulah seburuk-buruk tempat kembali—kecuali orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak, yang tidak memiliki daya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu mudah-mudahan Allah memaafkannya, dan Allah Mahapemaaf lagi Mahapengampun.” (2)]

1. Surah At-Taubah, ayat 113. 2. Surah An-Nisa’, ayat 97–99.
مظاهر موالاة المؤمنين مظاهر موالاة المؤمنين قد بينها الكتاب والسنة، ومنها: ١- الهجرة إلى بلاد المسلمين، وهجر بلاد الكافرين، والهجرة هي الانتقال من بلاد الكفار إلى بلاد المسلمين لأجل الفرار بالدين. والهجرة بهذا المعنى ولأجل هذا الغرض واجبة وباقية إلى طلوع الشمس من مغربها عند قيام الساعة. وقد تبرأ النبي ﷺ من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين؛ فتحرم على المسلم الإقامة في بلاد الكفار؛ إلا إذا كان لا يستطيع الهجرة منها، أو كان في إقامته مصلحة دينية؛ كالدعوة إلى الله ونشر الإسلام. قال تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيراً إِلاّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوّاً غَفُوراً﴾ ٢.
١ سورة التوبة، الآية: ١١٣. ٢ سورة النساء، الآيات: ٩٧ ـ ٩٩.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie