[…penyelenggaraannya, mengucapkan selamat atas perayaannya, atau menghadiri pelaksanaannya. Ayat Allah ﷻ: “Dan orang-orang yang tidak menghadiri az-zur,” ditafsirkan bahwa salah satu sifat para hamba ar-Raḥmān ialah mereka tidak menghadiri hari raya orang-orang kafir.
8- Di antara bentuk loyalitas kepada orang-orang kafir ialah memuji mereka, menyanjung apa yang mereka miliki berupa kemajuan dan peradaban, serta mengagumi akhlak dan keterampilan mereka tanpa memedulikan akidah mereka yang batil dan agama mereka yang rusak. Allah Ta‘ala berfirman, “Dan janganlah engkau panjangkan pandanganmu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka berupa bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya; sedangkan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (1)
Hal ini tidak berarti kaum muslimin tidak mengambil sebab-sebab kekuatan dengan mempelajari industri, sarana ekonomi yang mubah, dan strategi militer; bahkan hal itu diwajibkan. Allah Ta‘ala berfirman, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan semampu kalian.” (2)
Manfaat dan rahasia alam semesta pada dasarnya diperuntukkan bagi kaum muslimin; Allah Ta‘ala berfirman, “Katakanlah, ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik?’ Katakanlah, ‘Itu semua, di dunia ini, adalah bagi orang-orang yang beriman, dan khusus bagi mereka pada Hari Kiamat.’ Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (3) Dia juga berfirman, “Dan Dia telah menundukkan bagi kalian apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.” (4) Dan firman-Nya, “Dia-lah yang menciptakan untuk kalian apa yang ada di bumi seluruhnya.” (5)
Karena itu, kaum muslimin harus menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan segala manfaat dan potensi tersebut, tidak mengemis kepada orang kafir untuk memperolehnya; mereka harus memiliki pabrik dan teknologi sendiri.
9- Di antara bentuk loyalitas kepada orang-orang kafir ialah memakai nama-nama mereka; yakni menamai putra-putri mereka dengan nama-nama asing dan meninggalkan nama-nama ayah-ibu, kakek-nenek, serta nama yang dikenal di masyarakat mereka. Nabi ﷺ bersabda, “Sebaik-baik nama adalah Abdullah…"]