[dan senantiasa menautkan diri kepada Allah dalam kedua keadaan itu.
Ikrimah rahimahullah berkata, “Tidak ada seorang pun melainkan ia pernah bergembira dan pernah bersedih; tetapi jadikanlah kegembiraan sebagai syukur dan kesedihan sebagai sabar.”
Bukan maksudnya bahwa seorang hamba tidak menempuh sebab-sebab yang melindungi dari keburukan dan yang mendatangkan kebaikan lalu hanya bersandar kepada qadha dan qadar sebagaimana disangka sebagian orang bodoh; anggapan itu merupakan kesalahan dan kebodohan besar. Allah telah memerintahkan kita untuk mengambil sebab dan melarang kita dari bermalas-malasan serta lalai. Namun, bila kita telah menempuh sebab dan justru terjadi kebalikan dari yang diharapkan, kita tidak boleh gelisah, karena itulah ketetapan yang telah ditakdirkan; andaikan Allah menakdirkan selainnya, tentu yang terjadi pun akan berbeda.
Karena itu Nabi ﷺ bersabda, “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Apabila sesuatu menimpamu, jangan katakan: ‘Seandainya aku melakukan begini, tentu akan begini dan begitu,’ tetapi katakanlah: ‘Ini takdir Allah; apa yang Dia kehendaki Dia lakukan,’ karena ‘seandainya’ membuka pintu pekerjaan setan.” (HR. Muslim).
Di samping itu, seorang hamba hendaklah mengoreksi diri dan membenahi kesalahannya, karena tidak ada sesuatu pun yang menimpanya melainkan akibat dosanya sendiri; Allah Ta‘ala berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu akibat ulah tangan kalian sendiri.” (1)
Termasuk buah keimanan kepada qadha dan qadar ialah keteguhan saat menghadapi krisis, menyambut beratnya hidup dengan hati yang kukuh dan keyakinan yang tulus, tidak digoyahkan peristiwa apa pun dan tidak diguncang badai mana pun, karena ia mengetahui bahwa kehidupan ini adalah tempat ujian, cobaan, dan perubahan; sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (2) serta firman-Nya: “Sungguh Kami akan menguji kalian hingga Kami mengetahui siapa di antara kalian yang berjihad dan siapa yang sabar, dan akan Kami uji berita kalian.” (3)
Betapa banyak cobaan dan kesulitan yang menimpa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, namun mereka menghadapinya dengan iman yang tulus dan tekad yang teguh hingga mereka melewatinya dengan keberhasilan yang gemilang, dan]