Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[Adapun mazhab Ahlus Sunnah wal Jama‘ah dalam masalah ini bersikap pertengahan; mereka tidak lalai sebagaimana Qadariyyah penolak takdir, dan tidak pula berlebih-lebihan seperti kaum ekstrem.

Maka mazhab Salaf umat ini beserta para imamnya menetapkan bahwa seluruh jenis ketaatan, kemaksiatan, kekufuran, dan kerusakan terjadi dengan qadha dan qadar Allah; tidak ada pencipta selain Dia. Semua perbuatan hamba diciptakan oleh Allah—baik maupun buruk, indah maupun tercela—sedangkan hamba tidak dipaksa dalam perbuatannya; ia mampu, berniat, dan benar-benar melakukannya.

Syai khul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Amal, ucapan, ketaatan, dan maksiat bersumber dari hamba; maksudnya, ia terjadi pada diri hamba, terwujud berkat kehendak dan kemampuannya; hamba disifati dengannya dan bergerak karenanya, serta konsekuensi hukumnya kembali kepadanya. Namun perbuatan itu juga dari Allah, yakni Allah menciptakannya pada diri hamba dan menjadikannya sebagai perbuatannya serta usahanya, sebagaimana Ia menciptakan akibat bersama sebab-sebabnya. Maka perbuatan itu—dari sisi Allah—adalah ciptaan-Nya, sedangkan—dari sisi hamba—merupakan sifat yang melekat padanya, terwujud melalui kemampuan dan usahanya; sebagaimana kita berkata, ‘buah ini berasal dari pohon’ dan ‘tanaman ini berasal dari tanah’, maksudnya ia tumbuh darinya; dan (kita juga berkata) ‘dari Allah’, maksudnya Allah yang menciptakannya darinya—tanpa ada pertentangan di antara keduanya….” Selesai.

As-Saffârînî menuturkan, “Kesimpulannya, mazhab Ahlus Salaf dan para peneliti dari Ahlus Sunnah ialah bahwa Allah Ta‘ala menciptakan kemampuan hamba, kehendaknya, dan perbuatannya; dan bahwa hamba benar-benar pelaku bagi perbuatannya, pengada bagi perbuatannya, dan Allah—Mahasuci Dia—menjadikannya pelaku sekaligus pengada. Allah berfirman: ‘Dan kalian tidak dapat menghendaki kecuali bila Allah menghendakinya’ (QS At-Takwir: 29); ayat ini menetapkan adanya kehendak bagi hamba, namun menerangkan bahwa kehendak itu tidak akan ada kecuali dengan kehendak Allah. Inilah pernyataan tegas Ahlus Sunnah dalam menetapkan kehendak hamba dan ketergantungannya kepada kehendak Allah….” Selesai.

Saya katakan: di antara yang menguatkan hal ini ialah bahwa Allah telah menganugerahkan kepada manusia akal, kemampuan, dan pilihan; suatu perbuatan baru dihitung sebagai miliknya—untuknya ataupun atasnya—apabila ketiga daya itu ada padanya. Karena itu, orang gila, orang dungu, atau orang yang dipaksa, tidak dianggap sah apa pun yang keluar dari ucapan dan perbuatan mereka, dan mereka tidak dibebani karenanya;]

1. Surat At-Takwir, ayat 29.
مذهب أهل السنة والجماعة في هذه القضية، فلم يفرِّطوا تفريط القدرية النفاة، ولم يُفْرِطوا إفراط الغلاة. فمذهب سلف الأمة وأئمتها أن جميع أنواع الطاعات والمعاصي والكفر والفساد واقع بقضاء الله وقدره، لا خالق سواه؛ فأفعال العباد مخلوقة لله؛ خيرها وشرها، حسنها وقبيحها، والعبد غير مجبور على أفعاله، بل هو قادر عليها، وقاصد لها، وفاعل لها. قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "الأعمال والأقوال والطاعات والمعاصي هي من العبد؛ بمعنى أنها قائمة بالعبد وحاصلة بمشيئته وقدريه وهو المتصف بها والمتحرك بها الذي يعود حكمها عليه، وهي من الله بمعنى أنه خلقها قائمة بالعبد، وجعلها عملاً له وكسبا؛ كما يخلق المسببات بأسبابها؛ فهي من الله مخلوقة له، ومن العبد صفة قائمة به، واقعة بقدرته وكسبه؛ كما إذا قلنا: هذه الثمرة من الشجرة، وهذا الزرع من الأرض؛ بمعنى أنه حدث منها، ومن الله؛ بمعنى أنه خلقه منها، لم يكن بينهما تناقض ... " انتهى وقال السفاريني: "والحاصل أن مذهب أهل السلف ومحققي أهل السنة أن الله تعالى: خلق قدرة العبد وإرادته وفعله، وأن العبد فاعل لفعله حقيقة، ومحدث لفعله، والله سبحانه جعله فاعلاً له محدثاً له؛ قال تعالى: ﴿وَمَا تَشَاءُونَ إِلاّ أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ﴾ ١؛ فأثبت مشيئة العبد، وأخبر أنها لا تكون إلا بمشيئة الله، وهذا صريح قول أهل السنة في إثبات مشيئة العبد، وأنها لا تكون إلا بمشيئة الله ... " انتهى. وأقول: إن مما يؤيد هذا أن الله أعطى الإنسان عقلاً وقدرة واختيارًا، ولا يحتسب فعله له أو عليه إلا إذا توفرت فيه هذه القوى؛ فالمجنون والمعتوه أو المكره لا اعتبار لما يصدر منهم من الأقوال والأفعال، ولا يؤاخذون عليها؛ مما
١ سورة التكوير، الاية: ٢٩.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie