[Syafaat pertama: beliau memberi syafaat kepada para penghuni padang mahsyar agar diputuskan perkara di antara mereka, setelah para nabi – Âdam, Nûh, Ibrâhîm, Mûsâ dan ‘Îsâ putra Maryam – saling menolak untuk memberi syafaat hingga permohonan itu berujung kepadanya.
Syafaat kedua: beliau memberi syafaat kepada para penghuni surga agar mereka dapat memasukinya; kedua syafaat ini khusus bagi beliau saja.
Syafaat ketiga: beliau memberi syafaat bagi orang-orang yang berhak masuk neraka; syafaat ini dimiliki oleh beliau bersama seluruh nabi, para shiddîqîn dan selain mereka. Beliau memohonkan agar orang yang berhak masuk neraka tidak memasukinya, dan memohonkan agar orang yang telah memasukinya dikeluarkan darinya.]
[Beliau ﵀ juga berkata: “Adapun syafaat untuk para pelaku dosa besar dari umatnya, para sahabat, tâbi‘în yang mengikuti mereka dengan baik, dan seluruh imam kaum muslimin yang empat serta lainnya telah sepakat akan hal ini. Banyak ahli bid‘ah dari kalangan Khawârij, Mu‘tazilah dan Zaidiyyah mengingkarinya. Mereka berkata, ‘Siapa yang masuk neraka tidak akan keluar darinya, baik melalui syafaat maupun cara lain.’ Menurut mereka, tidak ada kecuali dua keadaan saja: siapa yang masuk surga tidak masuk neraka, dan siapa yang masuk neraka tidak masuk surga; dalam diri seseorang tidak akan berkumpul pahala dan siksa…”.]
[Beliau melanjutkan: “Para penolak syafaat itu berdalil dengan firman Allah Ta‘ala: ‘Dan takutlah kalian kepada suatu hari ketika seseorang tidak dapat menolong orang lain sedikit pun, tidak diterima syafaat darinya, dan tidak diambil tebusan darinya…’¹; dengan firman-Nya: ‘…sebelum datang suatu hari yang padanya tidak ada jual beli, tidak ada persahabatan dan tidak pula syafaat…’²; dengan firman-Nya: ‘Bagi orang-orang zalim tidak ada teman dekat dan tidak pula pemberi syafaat yang ditaati.’³; dan dengan firman-Nya: ‘Maka tidak berguna bagi mereka syafaat para pemberi syafaat.’⁴.]
[Jawaban Ahlus Sunnah: ayat-ayat ini dimaksudkan untuk dua hal:
Pertama: syafaat tidak bermanfaat bagi kaum musyrik; sebagaimana firman-Nya: ‘Apa yang memasukkan kalian ke …’]