Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

Syafaat
Secara bahasa, syafaat berarti perantara dan permintaan; sedangkan secara istilah ia adalah permohonan kebaikan bagi orang lain. Ada pula yang mengatakan bahwa syafaat berasal dari kata syaf‘—lawan dari witir—seakan-akan sang pemberi syafaat menggabungkan permohonannya dengan permohonan orang yang disyafaati.

Syafaat itu benar adanya apabila terpenuhi syarat-syaratnya, yakni: harus dengan izin Allah Ta‘ala dan dengan keridaan-Nya terhadap orang yang disyafaati. Allah Ta‘ala berfirman: “Betapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka tidak berguna sedikit pun kecuali setelah Allah mengizinkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai.” (QS. an-Najm: 26).

Dari ayat mulia ini dipahami bahwa syafaat tidak bermanfaat kecuali dengan dua syarat:

  1. Izin Allah kepada pemberi syafaat untuk memberi syafaat, karena syafaat itu milik-Nya semata: “Katakanlah, ‘Seluruh syafaat itu milik Allah.’” (QS. az-Zumar: 44).
  2. Keridaan-Nya terhadap orang yang disyafaati, yakni ia termasuk ahli tauhid; sebab seorang musyrik tidak akan mendapatkan manfaat syafaat, sebagaimana firman-Nya: “Maka syafaat para pemberi syafaat tidak berguna bagi mereka.” (QS. al-Muddatstsir: 48).

Dengan demikian, batallah keyakinan para penyembah kubur pada masa kini yang meminta syafaat kepada orang-orang mati dan mendekatkan diri kepada mereka dengan berbagai bentuk persembahan. Tentang pendahulu mereka Allah berfirman: “Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak (pula) memberi manfaat kepada mereka, lalu mereka berkata, ‘Mereka ini adalah para pemberi syafaat kami di sisi Allah.’” (QS. Yûnus: 18); dan Allah Ta‘ala juga berfirman: “Ataukah mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah? Katakanlah, ‘(Bagaimana) meskipun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak berakal?’ Katakanlah, ‘Seluruh syafaat itu milik Allah; milik-Nya kerajaan langit dan bumi.’” (QS. az-Zumar: 43-44).

Nabi kita ﷺ telah dianugerahi syafaat, maka beliau akan memberi syafaat kepada siapa saja yang Allah izinkan baginya.

Syaikhul Islâm Ibn Taimiyah rahimahullâh berkata, “Beliau ﷺ memiliki tiga macam syafaat:

1. Surah An-Najm, ayat 26. 2. Surah Az-Zumar, ayat 44. 3. Surah Al-Muddatsir, ayat 48. 4. Surah Yunus, ayat 18. 5. Surah Az-Zumar, ayat 43.
الشفاعة الشفاعة لغة: الوسيلة والطلب، وعرفا: سؤال الخير للغير، وقيل: هي من الشفع الذي هو ضد الوتر؛ فكأن الشافع ضم سؤاله إلى سؤال المشفوع له. والشفاعة حق إذا تحققت شروطها، وهي أن تكون بإذن الله تعالى ورضاه عن المشفوع له؛ قال الله تعالى: ﴿وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئاً إِلاّ مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى﴾ ١ ففي هذه الآية الكريمة أن الشفاعة لا تنفع إلا بشرطين: الأول: إذن الله للشافع أن يشفع؛ لأن الشفاعة ملكه سبحانه، ﴿قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً﴾ ٢. الثاني: رضاه عن المشفوع فيه بأن يكون من أهل التوحيد؛ لأن المشرك لا تنفعه الشفاعة؛ كما قال تعالى: ﴿فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ﴾ ٣. فتبين بهذا بطلان ما عليه القبوريون اليوم؛ الذين يطلبون الشفاعة من الأموات، ويتقربون إليهم بأنواع القربات؛ كما قال الله في سلفهم: ﴿وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّه﴾ ِ٤، وقال تعالى: ﴿أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لا يَمْلِكُونَ شَيْئاً وَلا يَعْقِلُونَ قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ﴾ ٥. وقد أعطى نبينا ﷺ الشفاعة؛ فيشفع لمن أذن الله له فيه. قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "وله ﷺ ثلاث شفاعات:
١ سورة النجم، الآية: ٢٦. ٢ سورة الزمر، الآية: ٤٤. ٣ سورة المدثر، الآية: ٤٨. ٤ سورة يونس، الآية: ١٨. ٥ سورة الزمر، الآية: ٤٣.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie