[Titian dan melintasinya
Di antara peristiwa pada Hari Kiamat ialah meniti di atas titian, sebuah jembatan yang dibentangkan di atas permukaan Jahanam. Seluruh manusia, baik yang terdahulu maupun yang terakhir, akan mendatanginya; mereka melintasinya sesuai kadar amal masing-masing. Ia lebih halus daripada sehelai rambut, lebih tajam daripada pedang, dan lebih panas daripada bara. Di atasnya terdapat kait-kait yang mencengkeram siapa saja yang diperintahkan untuk dicengkeram. Manusia meniti titian itu seukuran amal mereka: ada yang melesat secepat kilat, ada yang seperti hembusan angin, ada yang secepat kuda pacu, ada yang bagaikan lari-lari kecil seorang lelaki, ada yang berjalan, ada yang merangkak, dan ada pula yang disambar lalu terjungkal ke Jahanam. Kita memohon keselamatan dan kesejahteraan kepada Allah.
Al-Saffārīnī berkata, “Seluruh ulama sepakat menetapkan keberadaan titian secara umum. Namun Ahlul-Haqq menetapkannya sesuai zahirnya: sebuah jembatan yang dibentangkan di atas permukaan Jahanam, lebih tajam daripada pedang dan lebih halus daripada rambut. Hakikat lahiriah ini diingkari oleh Qadi ‘Abd al-Jabbār al-Muʿtazilī dan banyak pengikutnya dengan alasan titian itu mustahil dilintasi; seandainya mungkin pun, berarti mengandung penyiksaan, padahal pada Hari Kiamat tidak ada siksa bagi orang-orang mukmin dan saleh. Menurut mereka, yang dimaksud hanyalah jalan menuju surga sebagaimana firman Allah, ‘Dia akan memberi mereka petunjuk dan memperbaiki keadaan mereka’ (Q.S. 47:5), serta jalan menuju neraka sebagaimana firman-Nya, ‘Maka tuntunlah mereka menuju jalan Jahîm’ (Q.S. 37:23). Ada pula yang menakwilkannya sebagai dalil-dalil yang jelas, perkara-perkara mubah, dan amalan-amalan buruk yang kelak akan ditanya dan dipertanggungjawabkan. Semua takwilan ini batil dan merupakan khayalan belaka, karena nash wajib dikembalikan kepada hakikatnya. Melintasi titian tidak lebih menakjubkan daripada berjalan di atas air, terbang di udara, atau berdiri di sana. Rasulullah ﷺ pernah menjawab pertanyaan tentang bagaimana orang kafir akan dihimpun di atas wajahnya, bahwa kekuasaan Allah mampu melakukan hal itu …” selesai.]