16
yang disebut-sebut?¹ Seandainya ruh itu bersifat azali (tidak berpermulaan), tentu manusia sejak dahulu sudah merupakan sesuatu yang disebut-sebut; sebab ia baru disebut manusia karena ruhnya, bukan karena jasadnya.
Di antaranya pula hadis Abu Hurairah r.a. dalam Shahih al-Bukhari dan kitab-kitab lain, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Ruh-ruh itu bagaikan pasukan-pasukan yang berhimpun; ruh-ruh yang saling mengenal akan bersatu, sedangkan yang saling tidak mengenal akan berselisih.” Pasukan-pasukan yang berhimpun itu tidak lain adalah makhluk.
Dalil lainnya: ruh disifatkan dengan wafat, dicabut, ditahan, dan dilepaskan; semua sifat itu hanya layak bagi makhluk yang dicipta dan berada di bawah pengaturan Rabb-nya.
مَذْكُوراً﴾ ١، فلو كانت روحه قديمه؛ لكان الإنسان لم يزل شيئا مذكورًا؛ فإنه إنما هو إنسان بروحه لا بدنه.
ومنها: حديث أبي هريرة ﵁ الذي في "صحيح البخاري" وغيره عن النبي ﷺ: "الأرواح جنود مجدة؛ فما تعارف منها ائتلف، وما تناكر منها اختلف"، والجنود المجندة لا تكون إلا مخلوقة.
ومنها أن الروح توصف بالوفاة والقبض والإمساك والإرسال، وهذا شأن المخلوق المحدث المربوب".