menolong jiwa lain sedikit pun; tidak akan diterima darinya syafaat, tidak pula tebusan, dan mereka pun tidak akan ditolong.” (Al-Baqarah: 48). Dan firman-Nya, “Dan takutlah kalian akan suatu hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sedikit pun, dan seorang anak pun tidak dapat menolong ayahnya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah itu benar; maka janganlah kehidupan dunia memperdaya kalian, dan jangan sampai penipu (setan) memperdaya kalian tentang Allah.” (Luqmān: 33).
Keimanan kepada hari Akhir bermakna membenarkan seluruh perkara yang terjadi sesudah kematian: azab dan kenikmatan kubur, kebangkitan setelah itu, perhitungan amal, timbangan, pahala dan hukuman, surga dan neraka, serta semua yang Allah sebutkan tentang Hari Kiamat.
Ia dinamakan “hari akhir” karena datang sesudah kehidupan dunia, dan di dalam Al-Qur’an ia memiliki banyak nama, di antaranya:
1- Hari Kebangkitan: karena pada hari itu manusia dibangkitkan dan hidup kembali setelah mati.
2- Hari Keluarnya Manusia: karena pada hari itu mereka keluar dari kubur menuju kehidupan berikutnya.
3- Hari Kiamat: karena pada hari itu manusia berdiri untuk dihisab.
4- Hari Pembalasan: karena pada hari itu seluruh makhluk diadili dan dibalas atas amal perbuatannya.
5- Hari Pemisahan: karena pada hari itu diputuskan perkara manusia dengan keadilan.
6- Hari Penggiringan: karena pada hari itu seluruh makhluk dikumpulkan dan digiring ke tempat perhitungan.
7- Hari Pengumpulan: karena Allah mengumpulkan manusia pada hari itu untuk menerima balasan.
8- Hari Perhitungan: karena pada hari itu amal perbuatan manusia di dunia diperhitungkan.
9- Hari Ancaman: karena pada hari itu ancaman Allah terhadap orang-orang kafir terwujud.
10- Hari Penyesalan: karena pada hari itu orang-orang kafir dipenuhi penyesalan mendalam.
11- Hari Kekekalan: karena kehidupan pada hari itu bersifat kekal abadi.
12- Negeri Akhirat: karena ia datang setelah negeri dunia dan merupakan negeri yang kekal, tidak ada lagi perpindahan ke negeri lain setelahnya.