kemudian Kami membangkitkan kalian setelah kematian kalian,” juga firman-Nya tentang “orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka dalam jumlah ribuan karena takut mati; lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Matilah kalian,’ kemudian Dia menghidupkan mereka kembali,” dan tentang Ibrahim yang berkata, “Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati….” Demikian pula, Al-Masih diberitakan menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah, dan Ashḥâb al-Kahf dibangkitkan setelah tiga ratus sembilan tahun.
Kadang Allah menegaskannya melalui penciptaan pertama, karena mengulang itu lebih mudah daripada memulai, sebagaimana firman-Nya: “Jika kalian ragu tentang kebangkitan, maka sungguh Kami telah menciptakan kalian dari tanah,” dan firman-Nya: “Dia yang pertama kali menciptakannya pasti akan menghidupkannya,” serta: “Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya; dan itu lebih mudah bagi-Nya.”
Kadang Dia berhujah dengan penciptaan langit dan bumi, karena menciptakannya lebih agung daripada menghidupkan kembali manusia; sebagaimana firman-Nya: “Tidakkah mereka melihat bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi dan tidak letih dalam menciptakannya itu mampu menghidupkan orang-orang mati?”
Kadang lagi, Dia menetapkannya dengan meniadakan kesia-siaan dari sisi-Nya; sebagaimana firman-Nya: “Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami…,” dan firman-Nya: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja,” hingga firman-Nya: “Bukankah (Allah) sanggup menghidupkan orang-orang mati?” Manusia di dunia ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat buruk; mereka bisa saja wafat sebelum memperoleh balasan atas amalnya. Maka harus ada negeri lain tempat keadilan ditegakkan dan setiap orang menerima balasan atas perbuatannya.
Keimanan kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman; sebagaimana dinyatakan Al-Qur’an dalam banyak ayat: ia kadang disebutkan bersamaan dengan keimanan kepada enam rukun, yaitu: iman