[Syam; sebagaimana tampak jelas dalam khabar-khabar yang tegas dan atsar-atsar sahih.
Kemudian beliau menyebutkan hadis-hadis yang menjelaskan keluarnya api itu dari Yaman, dari dasar ‘Adn Abyan; bahwa ia menghimpun manusia dari timur ke barat; dan bahwa ia menggiring mereka ke negeri Syam. Untuk mengompromikan riwayat-riwayat tersebut, beliau mengatakan bahwa api itu ada dua: yang pertama menggiring manusia dari timur ke barat, sedangkan yang kedua muncul dari Yaman dan menghalau manusia ke tempat mahsyar, yakni negeri Syam.
Beliau juga berkata, “Apabila menurut ilmu Allah ternyata hanya ada satu api, maka cara menggabungkan riwayat: ‘Api akan keluar sebelum Kiamat dari Ḥaḍramaut lalu menggiring manusia’, riwayat lain: ‘Akan keluar api dari dasar ‘Adn yang memindahkan manusia ke tempat mahsyar’, serta hadis: ‘Api menghimpun manusia dari timur ke barat’, ialah dengan mengatakan bahwa Syam—tempat mahsyar—termasuk barat bila dibandingkan dengan timur. Jadi awal keluarnya api itu berada di dasar ‘Adn, wilayah Yaman; setelah muncul ia menyebar ke timur lalu menghimpun penduduknya ke barat, yaitu Syam, tempat mahsyar.”
Adapun lafal “Abyan”—dengan wazan aḥmar—adalah nama raja yang mendirikannya.
Dalam an-Nihāyah karya Ibnu al-Atsīr disebutkan: “‘Adn Abyan’ adalah sebuah kota terkenal di Yaman; ia disandarkan kepada Abyan—dengan wazan abyaḍ—seorang laki-laki dari Ḥimyar yang tinggal (ʿadana) di sana, yakni menetap di tempat itu.” Allah Mahatahu.]