Pengumpulan manusia ke Tanah Syam:
Imam Ibnu Katsîr berkata dalam kitab “An-Nihâyah”: “Telah sahih dalam Shahîhain sebuah hadis dari Wahîb, dari ‘Abdullâh bin Thâwûs, dari ayahnya, dari Abû Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Manusia akan dikumpulkan dalam tiga golongan: (1) orang-orang yang datang dengan penuh harap dan takut; (2) dua orang di atas seekor unta, tiga orang di atas seekor unta, hingga sepuluh orang di atas seekor unta; (3) dan sisanya akan digiring oleh api: api itu bersama mereka di mana pun mereka berhenti, bermalam bersama mereka di mana pun mereka bermalam, menyertai mereka ketika mereka berangkat pagi, dan menemani mereka ketika mereka singgah petang.’ ”
Ibnu Katsîr lalu menyebutkan hadis-hadis lain yang bermakna sama, kemudian berkata: “Rangkaian riwayat ini menunjukkan bahwa pengumpulan ini adalah pengumpulan manusia yang masih hidup pada akhir dunia, dari seluruh penjuru bumi menuju suatu tempat—yaitu Tanah Syam—dan mereka terbagi menjadi tiga kelompok: satu kelompok yang mempunyai makanan, pakaian, dan kendaraan; satu kelompok yang kadang berjalan kaki, kadang bergantian menunggang unta yang sama, sebagaimana disebutkan dalam Shahîhain: ‘dua orang di atas seekor unta, tiga orang di atas seekor unta …’ hingga sabdanya: ‘dan sepuluh orang di atas seekor unta karena sedikitnya tunggangan’; sebagaimana diterangkan dalam hadis lain: ‘sisanya digiring oleh api.’ Api itu keluar dari dasar ‘Adn lalu mengepung manusia dari belakang, menggiring mereka dari segala arah menuju tanah Mahsyar. Siapa pun yang tertinggal akan dilahap oleh api. Semua ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada akhir zaman; ketika makanan