bahwa maksud dari ayat yang mulia ini adalah: siapa saja yang imannya belum terwujud ketika matahari terbit dari barat, maka pembaruan iman tidak akan berguna baginya, demikian pula segala amal kebajikan apa pun; sebab ia telah kehilangan iman yang menjadi fondasi bagi seluruh amal. Karena itu, iman yang baru lahir saat itu tidak bermanfaat, juga tidak bermanfaat apa pun yang pernah ia lakukan sebelumnya berupa kebaikan dan amal saleh—seperti menyambung silaturahmi, memerdekakan budak, memuliakan tamu, dan berbagai akhlak mulia lainnya—karena semua itu tanpa dasar. Allah Ta‘ala berfirman, “Orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, amal-amal mereka bagaikan abu yang diterpa angin kencang,” dan iman yang muncul pada waktu itu tidak diterima.
Al-Bukhari dan Muslim serta perawi-perawi lain meriwayatkan dari Abu Hurairah—raḍiyallāhu ‘anhu—bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit dan manusia melihatnya, mereka semua pun beriman; itulah saat di mana iman seseorang tidak lagi bermanfaat baginya.”
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Tirmizi—dan dinyatakan sahih oleh an-Nasā’ī—serta Ibnu Mājah, melalui jalur ‘Āshim bin Abī an-Najūd, dari Zirr bin Hubaisy, dari Shofwān bin ‘Assāl, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya Allah membuka sebuah pintu di sebelah barat yang lebarnya tujuh puluh—atau beliau bersabda: empat puluh—tahun perjalanan untuk bertobat; pintu itu tidak akan ditutup hingga matahari terbit dari barat.’”
Hadis-hadis yang mutawātir ini bersama ayat yang mulia tadi menjadi dalil bahwa siapa pun yang baru menumbuhkan iman dan tobat setelah matahari terbit dari barat, tidak akan diterima tobatnya. Demikianlah—wallāhu a‘lam—karena peristiwa itu termasuk tanda-tanda Kiamat yang menandakan kedekatannya; sehingga saat itu diperlakukan sebagaimana Hari Kiamat. Allah Ta‘ala berfirman, “Tidaklah mereka menanti melainkan kedatangan para malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang.” Dan firman-Nya, “Tatkala mereka telah melihat azab Kami, mereka berkata, ‘Kami beriman kepada Allah semata dan kami ingkari apa yang dahulu kami persekutukan.’ Maka iman mereka itu tidak lagi berguna ketika