Keluarnya Ya’jûj dan Ma’jûj:
Kita akan membahas peristiwa keluarnya Ya’jûj dan Ma’jûj berdasarkan apa yang disebutkan dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya tentang peristiwa agung ini; karena beriman dan meyakini hal tersebut adalah kewajiban bagi kaum muslimin.
Keluarnya Ya’jûj dan Ma’jûj telah ditetapkan oleh al-Kitab, as-Sunnah, dan ijmak umat; hal itu disebutkan oleh as-Safârînî raḥimahullâh.
Dalil dari al-Kitab terdapat pada firman-Nya: “Hingga apabila Ya’jûj dan Ma’jûj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi, dan janji yang benar telah dekat; maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir (sambil berkata), ‘Celakalah kami, sesungguhnya kami dahulu lalai tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim.’” (QS. al-Anbiyâ’: 96-97).
Dan firman-Nya dalam kisah Dzulqarnain: “Kemudian ia menempuh suatu jalan hingga ketika ia sampai di antara dua gunung, ia mendapati di hadapannya suatu kaum yang hampir-hampir tidak memahami perkataan. Mereka berkata, ‘Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’jûj dan Ma’jûj adalah para perusak di bumi; maka bolehkah kami memberikan upah kepadamu agar engkau membuatkan dinding antara kami dan mereka?’ Ia menjawab, ‘Apa yang Tuhanku anugerahkan kepadaku lebih baik; maka bantulah aku dengan kekuatan, niscaya aku akan membuatkan antara kalian dan mereka penghalang. Datangkanlah kepadaku potongan-potongan besi.’ Hingga ketika ia telah menyamakannya di antara dua puncak gunung, ia berkata, ‘Tiuplah (api).’ Hingga ketika ia menjadikannya (seperti) api, ia berkata, ‘Datangkanlah kepadaku tembaga (cair) agar kutuangkan di atasnya.’ Maka mereka tidak sanggup mendakinya dan tidak pula mampu melubanginya. Ia berkata, ‘Ini adalah rahmat dari Tuhanku; maka apabila janji Tuhanku telah datang, Dia akan menjadikannya rata dengan tanah, dan janji Tuhanku itu pasti terjadi.’ Dan Kami biarkan sebagian mereka pada hari itu bergulung-gulung dengan sebagian yang lain; dan ditiuplah sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka seluruhnya, dan Kami perlihatkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan terang.” (QS. al-Kahf: 92-100).
Tembok itu adalah penghalang dari besi di antara dua gunung yang dibangun oleh Dzulqarnain, sehingga menjadi penahan tunggal yang menjaga kaum perusak di bumi itu agar tidak menyakiti manusia dan berbuat kerusakan di bumi; maka apabila telah datang