Karena kedekatan terjadinya Hari Kiamat dan kepastiannya, Allah –Subḥānahu wa Ta‘ālā– menjadikannya laksana “esok”. Dia berfirman, “Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk esok.” (QS. Al-Ḥasyr [59]: 18). ‘Esok’ adalah hari setelah harimu. Dia juga berfirman, “Sesungguhnya mereka memandangnya jauh, sedangkan Kami memandangnya dekat.” (QS. Al-Ma‘ārij [70]: 6–7).
At-Tirmiżī meriwayatkan—dan ia mensahihkannya—dari Anas, dinisbatkan kepada Nabi ﷺ: “Aku diutus bersama Kiamat seperti dua jari ini,” beliau pun menunjuk dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Dalam dua kitab Sahih (Bukhārī dan Muslim) terdapat hadis dari ‘Umar –semoga Allah meridai beliau–, dinisbatkan kepada Nabi ﷺ: “Sesungguhnya jangka waktu kalian, dibanding umat-umat sebelum kalian, hanyalah antara salat Asar sampai terbenam matahari.” Dalam riwayat lain: “Sesungguhnya sisa waktu kalian, dibanding umat-umat sebelum kalian, adalah antara salat Asar sampai matahari terbenam.”
Dan karena urusan Kiamat sangat dahsyat, perhatian terhadapnya pun melebihi perkara lain. Itulah sebabnya Nabi ﷺ banyak menjelaskan tanda-tandanya, memberitakan fitnah-fitnah yang akan mendahuluinya, serta menasihati dan memperingatkan umatnya agar mereka bersiap diri.
Adapun waktu kedatangannya, Allah Ta‘ālā-lah yang khusus mengetahui dan Dia menyembunyikannya dari hamba-Nya demi kemaslahatan mereka, agar mereka senantiasa berada dalam kesiapan; sebagaimana Dia –Subḥānahu– menyembunyikan dari setiap jiwa saat ajalnya tiba, supaya ia selalu siaga dan menunggu, serta tidak bermalas-malasan dalam beramal.
Al-‘Allāmah as-Saffārīnī berkata, “Ketahuilah bahwa tanda-tanda Kiamat terbagi menjadi tiga: Pertama, tanda-tanda jauh yang sudah muncul dan berlalu. Kedua, tanda-tanda yang telah muncul tetapi belum selesai, bahkan terus bertambah. Ketiga, tanda-tanda besar yang langsung diikuti oleh Kiamat; ia akan datang berturut-turut seperti butiran kalung ketika talinya putus.”
Adapun yang pertama—yakni tanda-tanda yang telah tampak, berlalu, dan selesai—antara lain: diutusnya Nabi ﷺ, wafatnya beliau, dan penaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem).