Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[Ada beberapa perbedaan antara karamah para wali dan kejadian luar biasa para tukang sihir, paranormal, serta para pendusta:

  1. Karamah para wali bersumber dari ketakwaan dan amal saleh, sedangkan perbuatan para paranormal berakar pada kekufuran, kefasikan, dan kefajiran.
  2. Karamah para wali dimanfaatkan untuk kebajikan dan ketakwaan, atau untuk perkara-perkara yang mubah; sementara perbuatan para paranormal dan pendusta dimintai bantuan untuk hal-hal yang diharamkan, seperti syirik, kekufuran, dan pembunuhan jiwa.
  3. Karamah para wali semakin kuat dengan zikir kepada Allah dan peneguhan tauhid, sedangkan kehebatan para penyihir dan paranormal gugur atau melemah ketika nama Allah disebut, al-Qur’an dibacakan, dan tauhid ditegakkan.

Dari sini jelaslah bahwa antara karamah para wali dan bualan para paranormal serta pendusta terdapat perbedaan yang membedakan kebenaran dari kebatilan.

Sebagaimana telah kami sebutkan, para wali Allah yang sejati tidak memanfaatkan karamah yang Allah tampakkan melalui tangan mereka untuk menipu, mencari keuntungan, atau menarik perhatian manusia agar mengagungkan mereka. Justru karamah tersebut semakin menambah kerendahan hati, kecintaan kepada Allah, dan kesungguhan mereka dalam beribadah. Berbeda halnya dengan para paranormal dan pendusta; mereka memanfaatkan keadaan-keadaan setan yang terjadi melalui diri mereka untuk menarik manusia agar mengagungkan, mendekat, dan menyembah mereka selain Allah, hingga masing-masing dari mereka membentuk tarekat khusus dan kelompok pengikut yang dinamai menurut dirinya—seperti Syadziliyah, Rifaʿiyah, Naqsyabandiyah, dan tarekat-tarekat sufi lainnya.

Kesimpulannya, manusia terbagi dalam perkara karamah menjadi tiga kelompok:

  1. Kelompok yang berlebihan dalam menafikannya, sampai-sampai mengingkari karamah sahih yang telah tetap dalam al-Qur’an dan Sunnah serta terjadi sesuai kebenaran pada wali-wali Allah yang bertakwa.
  2. Kelompok yang berlebihan dalam menetapkannya, hingga mereka meyakini bahwa sihir dan perdukunan]
وهناك فروق بين كرامات الأولياء وخوارق السحرة والمشعوذين والدجالين: منها: أن كرامات الأولياء سببها التقوى والعمل الصالح، وأعمال المشعوذين سببها الكفر والفسوق والفجور. ومنها: أن كرامات الأولياء يستعان بها على البر والتقوى، أو على أمور مباحة، وأعمال المشعوذين والدجالين يستعان بها على أمور محرمة من الشرك والكفر وقتل النفوس. ومنها: أن كرامات الأولياء تقوى بذكر الله وتوحيده، وخوارق السحرة والمشعوذين تبطل أو تضعف عند ذكر الله وقراءة القرآن والتوحيد. فتبين بهذا أن بين كرامات الأولياء وتهريجات المشعوذين والدجالين فروقا تميز الحق من الباطل. وكما ذكرنا؛ فإن أولياء الله حقا لا يستغلون ما يجريه الله على أيديهم من الكرامات للنصب والاحيتال ولفت أنظار الناس إلى تعظيمهم، وإنما تزيدهم تواضعا ومحبة لله وإقبالاً على عبادته؛ بخلاف هؤلاء المشعوذين والدجالين؛ فإنهم يستغلون هذه الأحوال الشيطانية التي تجري على أيديهم لجلب الناس إلى تعظيمهم والتقرب إليهم وعبادتهم من دون الله ﷿، حتى كوَّن كل واحد منهم له طريقة خاصة وجماعة تسمى باسمه؛ كالشاذلية، والرفاعية، والتقشبندية ... إلى غير ذلك من الطرق الصوفية. والحاصل أن الناس انقسموا في موضوع الكرامات إلى ثلاث أقسام: قسم غلو في نفيها، حتى أنكروا ما هو ثابت في الكتاب والسنة من الكرامات الصحيحة التي تجري على وفق الحق لأولياء الله المتقين. وقسم غلوا في إثبات الكرامات؛ حتى اعتقدوا أن السحر والشعوذة

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie