Hikmah ditutupnya kenabian pada diri Muhammad ﷺ.
Kenabian Muhammad ﷺ adalah penutup bagi seluruh kenabian karena beliau diutus kepada seluruh manusia hingga Hari Kiamat; sebagaimana firman Allah Ta‘ala, “Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan” (1); “Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam” (2); “Mahasuci Dia yang menurunkan al-Furqān kepada hamba-Nya agar ia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam” (3); dan “Katakanlah, ‘Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua’” (4).
Karena risalah beliau bersifat universal bagi manusia, syariatnya pasti sempurna dan mencakup semua kemaslahatan manusia, sehingga tidak lagi dibutuhkan syariat lain dan pengutusan nabi berikutnya. Allah Ta‘ala berfirman, “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan bagi kalian agama kalian, Aku telah mencukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku rida Islam sebagai agama kalian” (5); “Kami menurunkan kepadamu Kitab sebagai penjelas bagi segala sesuatu, petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi kaum Muslimin” (6); dan “Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan sebagai penjaga atasnya” (7).
Syekh Abul A‘la al-Maudūdī dalam (Bantahan terhadap Qadiyaniyah) berkata, “Apabila kita menelusuri al-Qur’an untuk mengetahui sebab-sebab yang menimbulkan kebutuhan akan pengutusan seorang nabi pada suatu umat, kita dapati sebab-sebab itu ada empat:
-
Umat tersebut belum pernah menerima seorang nabi dari Allah sebelumnya, dan ajaran nabi yang diutus kepada umat lain tidak mungkin sampai kepada mereka.
-
Kepada umat itu pernah diutus seorang nabi, tetapi ajarannya telah terhapus atau dipermainkan oleh tangan kelupaan dan penyimpangan sehingga manusia tidak lagi mampu mengikutinya dengan benar dan sempurna.
-
Kepada umat itu pernah diutus seorang nabi, namun ajarannya tidak mencakup generasi sesudahnya dan tidak memadai untuk memenuhi tuntutan zaman mereka; maka muncullah kebutuhan akan nabi-nabi tambahan.