Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

dan Rabb ‘Arasy yang agung?’ Mereka pasti akan menjawab, ‘Allah.’”¹

Ayat-ayat semacam ini sangat banyak dalam Al-Qur’an; Allah memberitakan bahwa kaum musyrik pun mengakui rububiyah-Nya—bahwa hanya Dia-lah satu-satunya Pencipta, Pemberi rezeki, Yang menghidupkan dan Yang mematikan.

Tidak ada yang menolak tauhid rububiyah dan mengingkari Rabb selain segelintir kecil manusia. Mereka menampakkan penolakan terhadap Rabb, padahal di lubuk hati mereka sebenarnya mengakui-Nya; penolakan itu hanyalah karena sikap keras kepala. Allah menceritakan tentang Fir‘aun yang berkata, “Aku tidak mengetahui ada ilah bagi kalian selain aku.”² Namun Mūsā عليه السلام menegurnya, “Sungguh, engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan semua bukti ini selain Rabb langit dan bumi.”³ Dan Allah berfirman pula, “Mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya, karena kezaliman dan kesombongan.”⁴

Orang-orang itu tidak bersandar pada argumen apa pun dalam penolakannya; itu murni kedegilan. Allah Ta‘ālā berfirman, “Mereka berkata, ‘Tiada kehidupan selain kehidupan dunia; kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain waktu.’ Padahal mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu; mereka hanyalah berprasangka.”⁵ Jadi, mereka tidak mengingkari berdasarkan ilmu—bukan pula berdasarkan wahyu, akal sehat, ataupun fitrah.

Karena alam semesta ini beserta segala peristiwa di dalamnya menjadi saksi atas keesaan Allah dan rububiyah-Nya—setiap makhluk pasti ada Penciptanya dan setiap kejadian pasti ada yang mengadakannya—Allah Ta‘ālā berfirman, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka yang menciptakan langit dan bumi?”⁶

Seorang penyair berkata:
Pada setiap sesuatu terdapat tanda
Yang menunjukkan bahwa Dia itu Esa.

Karena kebenaran ini menuntut jawaban, orang-orang yang mengingkari keberadaan Sang Pencipta pun bingung dalam jawaban-jawaban mereka:

1. Surah Al-Mu’minun, ayat 86. 2. Surah Al-Qasas, ayat 38. 3. Surah Al-Isra’, ayat 102. 4. Surah An-Naml, ayat 14. 5. Surah Al-Jatsiyah, ayat 24. 6. Surah Ath-Thur, ayat 35–36.
الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ﴾ ١ ... وهذا في القرآن كثير، يذكر الله عن المشركين أنهم يعترفون لله بالربوبية والانفراد بالحلق والرزق والإحياء والإمانة. ولم ينكر توحيد الربوبية ويجحد الرب إلا شواذ من المجموعة البشرية، تظاهروا بإنكار الرب، مع اعترافهم به في باطن أنفسهم وقرارة قلوبهم، وإنكارهم له إنما هو من باب المكابرة؛ كما ذكر الله عن فرعون أنه قال: ﴿مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي﴾ ٢،وقد خاطبه موسى ﵇ بقوله: ﴿قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَؤُلاءِ إلاّ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالآرْضِ بَصَائِرَ﴾ ٣، وقال تعالى -: ﴿وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْماً وَعُلُوّاً﴾ ٤. وهم لم يستندوا في جحودهم إلى حجة، وإنما ذلك مكابرة منهم؛ كما قال تعالى-: ﴿وَقَالُوا مَا هِيَ إلاّ حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إلاّ الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إلاّ يَظُنُّونَ﴾ ٥، فهم لم ينكروا عن علم دلهم على إنكاره ولا سمع ولا عقل ولا فطرة. ولما كان هذا الكون وما يجري فيه من الحوادث شاهدًا على وحدانية الله وربوبيته؛ إذ المخلوق لا بد له من خالق، والحوادث لا بد من محدث؛ كما قال تعالى-: ﴿أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالآرْضَ﴾ ٦. وقال الشاعر: وفي كل شيء له آية ... تدل على أنه واحد لما كان لا بد من جواب على هذه الحقيقة؛ اضطرب هؤلاء المنكرون لوجود الخالق في أجوبتهم:
١ سورة المؤمنون، الآية: ٨٦. ٢ سورة القصص، الآية: ٣٨. ٣ سورة الإسراء، الآية: ١٠٢. ٤ سورة النمل، الآية: ١٤. ٥ سورة الجاثية، الآية: ٢٤. ٦ سورة الطور، الآيتان: ٣٥ - ٣٦.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie