[Agama para nabi—shalawat dan salam atas mereka—adalah satu:
Sesungguhnya agama para nabi—shalawat dan salam atas mereka—adalah satu, meskipun syariat mereka beragam. Allah Ta‘ala berfirman: “Dia telah mensyariatkan bagi kalian agama yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh, apa yang Kami wahyukan kepadamu, serta apa yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa: tegakkanlah agama itu dan janganlah kalian berpecah-belah di dalamnya.”¹
Allah Ta‘ala juga berfirman: “Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik dan beramallah saleh; sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian; maka bertakwalah kepada-Ku.”²
Rasulullah ﷺ bersabda, “Kami, golongan para nabi, agama kami satu; para nabi itu bagaikan saudara seayah dengan ibu berbeda.”
Agama para nabi itulah agama Islam, yang Allah tidak menerima selainnya: berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk patuh kepada-Nya dalam ketaatan, serta bersih dari syirik beserta pelakunya.
Allah Ta‘ala berfirman tentang Nuh: “Aku diperintahkan agar termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”³
Dan Dia berfirman tentang Ibrahim: “Ketika Tuhannya berkata kepadanya, ‘Tunduklah!’ ia menjawab, ‘Aku telah tunduk kepada Tuhan seluruh alam.’”⁴]