Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

maka datangkanlah satu surah yang semisal dengannya dan panggillah semua saksi kalian selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar. Tetapi jika kalian tidak melakukannya—dan sekali-kali kalian tidak akan mampu melakukannya—maka peliharalah diri kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”¹ Ayat ini mengandung dua hal:

  1. Firman-Nya: “Jika kalian tidak melakukannya—dan kalian tidak akan mampu melakukannya—maka takutlah akan neraka.” Artinya, bila kalian tidak sanggup, berarti kalian telah mengetahui bahwa Al-Qur’an itu benar; maka takutlah untuk mendustakannya, agar azab yang Kuancamkan kepada para pendusta tidak menimpa kalian.

  2. Firman-Nya: “Dan kalian tidak akan mampu melakukannya.” Partikel lan berfungsi menafikan perbuatan di masa depan; dengan demikian ditetapkan bahwa sepanjang masa mereka tidak akan pernah dapat mendatangkan satu surah pun yang serupa dengannya, sebagaimana Allah kabarkan.

Allah Ta‘ala juga memerintahkan Nabi-Nya ﷺ—dalam Surah Subḥân (al-Isrâ’), surah Makkiyyah yang dibuka dengan peristiwa Isra’, yang terjadi di Makkah menurut nash Al-Qur’an dan riwayat mutawatir—untuk berkata: “Katakanlah, ‘Sekiranya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang semisal Al-Qur’an ini, mereka tidak akan mampu membuat yang semisalnya, walaupun sebagian mereka saling membantu’.”² Beliau diperintah menyampaikan pernyataan ini kepada seluruh makhluk sebagai mukjizat yang menantang mereka, menegaskan secara pasti bahwa sekalipun mereka bersatu padu dan saling membantu, mereka tidak akan sanggup mendatangkan tandingannya. Tantangan ini berlaku bagi seluruh makhluk; setiap orang—baik kalangan terpelajar maupun awam—yang mendengar Al-Qur’an mengetahui bahwa hingga kini belum ada yang berhasil menandinginya, bahkan sekadar satu surah, sejak beliau ﷺ diutus sampai hari ini. Padahal, diketahui bahwa seluruh manusia awalnya kafir sebelum beliau diutus, dan ketika beliau diutus hanya sedikit yang mengikutinya.

Orang-orang kafir adalah pihak yang paling bersemangat untuk menggugurkan ucapannya; mereka berusaha dengan segala cara. Kadang mereka mendatangi Ahlul Kitab untuk bertanya tentang perkara-perkara gaib agar dapat menanyakannya kepada beliau—seperti kisah Yusuf, Ashabul Kahf, dan Dzulqarnain. Mereka berkumpul berulang kali untuk menyusun apa yang hendak mereka katakan tentang beliau, dan mereka membuat perumpamaan-perumpamaan dengan menyamakannya dengan orang-orang yang jelas tidak sepadan. Terkadang mereka menuduh beliau gila, terkadang tukang sihir, dan terkadang pula tukang ramal.

———
¹ Al-Baqarah 2:23-24.
² Al-Isrâ’ 17:88.

1. Surah Al-Baqarah, ayat 23–24. 2. Surah Al-Isra, ayat 88.
فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ﴾ ١؛ فذكر أمرين: أحدهما: قوله: ﴿فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ﴾ ؛ يقول: إذا لم تفعلوا؛ فقد علمتم أنه حق؛ فخافوا أن تكذبون فيحيق بكم العذاب الذي وعدته للمكذبين. والثاني: قوله: ﴿وَلَنْ تَفْعَلُوا﴾ ، و (لن) لنفي المستقبل، فثبت أنهم فيما يستقبل من الزمان لا يأتون بسورة من مثله، كما أخبر بذلك. وأمر الله تعالى: نبيه ﷺ أن يقول في سورة (سبحان) ، وهي مكية، افتتحها بذكر الإسراء، وهو كان بمكة بنص القرآن والخبر المتواتر: ﴿قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً﴾ ٢؛ أمره أن يخبر بالخبر جميع الخلق؛ معجزاً لهم، قاطعا بأنهم إذا اجتمعوا كلهم لا يأتون بمثل هذا القرآن لو تظاهروا عليه وتعاونوا على ذلك، وهذا التحدي لجميع الخلق، وقد سمعه كل من سمع القرآن وعرفه؛ الخاص والعام، وعلم من ذلك أنهم لم يعارضوه، ولا أتوا بسورة من مثله، ومن حين بعث ﷺ إلى اليوم والأمر على ذلك، مع ما علم من أن الخلق كانوا كلهم كفارًا قبل أن يبعث، ولما بعث إنما تبعه قليل، وكان الكفار من أحرص الناس على إبطال قوله، مجتهدين بكل طريق ممكن؛ تارة يذهبون إلى أهل الكتاب فيسألونهم عن أمور من الغيب حتى يسألوه عنها؛ كما سألوه عن قصة يوسف وأهل الكهف وذي القرنين، ويجتمعون في مجمع بعد مجمع؛ ليتفقوا على ما يقولونه فيه، وصاروا يضربون له الأمثال؛ فيشبهونه بمن ليس بمثله، مع ظهور الفرق؛ فتارة يقولون: مجنون، وتارة: ساحر وكاهن
١ سورة البقرة، الآيتان: ٢٣ - ٢٤. ٢ الإسراء: ٨٨.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie