Dan tidak ada satu pun orang yang jujur mengaku sebagai nabi melainkan tampak pada dirinya ilmu, kejujuran, kebajikan, dan berbagai jenis kebaikan yang dapat dikenali oleh siapa saja yang mempunyai sedikit saja kemampuan membedakan; sebab seorang rasul pasti menyampaikan kepada manusia sejumlah berita, memerintahkan mereka sejumlah hal, dan melakukan sejumlah perbuatan. Dari apa yang ia perintahkan, kabarkan, dan lakukan itu sendiri akan tersingkap kedustaannya dari banyak sisi apabila ia pendusta.
Selanjutnya, mungkin ada yang bertanya tentang perbedaan antara dalil-dalil kenabian dengan keajaiban para penyihir dan dukun, serta aneka penemuan menakjubkan yang muncul pada masa kini.
Jawabannya: ada banyak perbedaan antara dalil-dalil kenabian dan keajaiban para penyihir, dukun, maupun penemuan industri:
-
Berita para nabi tidak pernah meleset atau salah, sedangkan berita para dukun dan peramal kebanyakan dusta. Kalaupun kadang benar dalam sebagian perkara, itu karena dukun memperoleh informasi lewat pencurian dengar yang dilakukan setan mereka.
-
Sihir, perdukunan, dan penemuan adalah perkara biasa yang dikenal serta dapat diraih manusia dengan usaha dan belajar; ia masih berada dalam batas kemampuan jin dan manusia dan karena itu bisa ditandingi dengan yang semisal. Adapun ayat-ayat (mukjizat) para nabi, tidak ada jin maupun manusia yang sanggup menandinginya, sebagaimana firman Allah: “Katakanlah, seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya walaupun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain” (QS al-Isrā’: 88). Mukjizat para nabi tidak dapat dilakukan makhluk; Allahlah yang menampakkannya sebagai tanda kebenaran mereka—seperti terbelahnya bulan, tongkat yang berubah menjadi ular, kerikil bertasbih dengan suara yang terdengar, batang kurma yang merintih, serta bertambahnya air dan makanan yang sedikit. Semua ini tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah.
-
Para nabi adalah orang-orang beriman yang berserah diri; mereka menyembah Allah semata sesuai apa yang Dia perintahkan dan membenarkan seluruh ajaran yang dibawa para nabi. Adapun para penyihir, dukun, dan nabi palsu, mereka tak lain adalah orang-orang musyrik yang mendustakan sebagian dari apa yang Allah turunkan.