[Prinsip Keempat: Iman kepada Para Rasul
Pendahuluan
...
Prinsip Keempat: Iman kepada Para Rasul
Iman kepada para rasul merupakan salah satu rukun iman, karena mereka adalah perantara antara Allah dan makhluk-Nya dalam menyampaikan risalah-Nya dan menegakkan hujah-Nya atas manusia. Beriman kepada mereka berarti membenarkan risalah mereka dan mengakui kenabian mereka, bahwa mereka jujur dalam setiap berita yang mereka sampaikan dari Allah, telah menunaikan seluruh risalah, serta menjelaskannya kepada manusia sehingga tidak ada seorang pun yang boleh tetap dalam kebodohan.
Dalil tentang wajibnya beriman kepada para rasul sangat banyak, di antaranya:
Firman Allah Taala: “Akan tetapi kebajikan itu ialah milik orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, para malaikat, Kitab, dan para nabi.”¹
Firman-Nya: “Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang beriman; semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya.”²
Firman-Nya pula: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membedakan antara (ketaatan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian (yang lain),’ serta bermaksud mengambil jalan (tengah) di antara itu, mereka itulah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya.”³
Pada ayat-ayat ini Allah menggandengkan iman kepada para rasul dengan iman kepada-Nya, malaikat-Nya, dan kitab-Nya, serta menetapkan kekafiran bagi siapa saja yang memisahkan antara Allah dan rasul-rasul-Nya: ia beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian yang lain.]