[Pokok-pokok agung ini (yang disebut rukun iman) telah disepakati oleh para rasul dan seluruh syariat; kitab-kitab samawi pun diturunkan untuk menegaskannya. Tidak ada yang mengingkari—atau mengingkari sebagian darinya—kecuali orang yang keluar dari lingkaran iman dan menjadi kafir; sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, lalu bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, serta berkata, ‘Kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian (yang lain),’ dan mereka ingin mengambil jalan di antara itu, mereka itulah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, merekalah yang akan Allah berikan pahala-pahala mereka; dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”¹
Pokok-pokok yang agung dan rukun-rukun yang kokoh ini memerlukan penjelasan dan pemaparan, dan itulah—insya Allah—yang akan kami usahakan semampu kami dalam buku ini.]