[Dan yang paling agung di antara mereka adalah Jibril عليه السلام, ia penjaga wahyu; Allah Taala berfirman, “Dan sesungguhnya (Al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam; Ruh al-Amîn menurunkannya ke dalam hatimu agar engkau termasuk para pemberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”¹, dan firman-Nya, “Katakanlah: ‘Ruhul-Qudus menurunkannya dari Tuhanmu dengan membawa kebenaran’”².
Allah juga menganugerahi para malaikat kemampuan untuk menjelma dalam berbagai rupa; mereka pernah mendatangi Ibrahim dan Luth عليهما السلام dalam bentuk para tamu, dan Jibril mendatangi Nabi ﷺ dengan beragam penampilan: kadang dalam rupa Dihyah al-Kalbî, kadang dalam rupa seorang Arab badui, dan kadang dalam rupa aslinya ketika ia diciptakan—dan hal itu terjadi dua kali—karena manusia tidak sanggup melihat malaikat dalam wujud aslinya. Ketika orang-orang musyrik mengusulkan agar Allah mengutus kepada mereka seorang malaikat, Allah Taala berfirman: “Dan sekiranya Kami menurunkan malaikat (kepada mereka), niscaya selesailah perkara itu kemudian mereka tidak akan diberi penangguhan; dan sekiranya Kami menjadikannya malaikat, pasti Kami jadikan ia seorang lelaki, dan benar-benar Kami buat mereka tetap bingung terhadap apa yang kini mereka bingungkan”³; yakni, seandainya Kami mengutus kepada manusia seorang rasul malaikat dalam wujud seorang lelaki agar mereka dapat berbicara dengannya dan mengambil manfaat darinya, karena setiap jenis makhluk merasa nyaman dengan sesamanya dan enggan kepada selain jenisnya.
Demikianlah; dan hanya dengan pertolongan Allah segala urusan terselesaikan.]