Di antaranya juga ada para malaikat yang didekatkan; Allah Taala berfirman, “Al-Masih tidak enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang didekatkan”¹.
Ada pula malaikat yang ditugasi mengurus surga dan menyiapkan kemuliaan bagi para penghuninya.
Sebagian lagi bertugas menjaga neraka dan menyiksa para penghuninya; mereka adalah para penjaga Jahannam. Para pemimpinnya berjumlah sembilan belas, dan penjaga utamanya bernama Mâlik, kepala seluruh penjaga. Allah Taala berfirman, “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat)”²; firman-Nya, “Mereka berseru: ‘Wahai Mâlik, biarlah Tuhanmu membinasakan kami’”³; firman-Nya, “Dan orang-orang yang berada di neraka berkata kepada para penjaga Jahannam: ‘Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan dari kami satu hari saja azab ini’”⁴; dan firman-Nya, “Di atasnya ada malaikat-malaikat yang keras lagi tegas; mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan mereka selalu melaksanakan apa yang diperintahkan”⁵.
Ada pula malaikat yang ditugaskan menjaga Bani Âdam di dunia; Allah Taala berfirman, “Baginya ada (malaikat) pengiring di depan dan di belakang yang menjaganya atas perintah Allah …”⁶; maksudnya, bersamanya ada malaikat yang melindunginya dari depan dan belakang. Apabila ketetapan Allah datang, mereka pun membiarkannya.
Sebagian malaikat bertugas menjaga dan menuliskan amal perbuatan hamba; Allah Taala berfirman, “Di sebelah kanan dan kirinya duduk (malaikat) yang mencatat; tiada satu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada pengawas yang siap (mencatat)”⁷, dan firman-Nya, “Sesungguhnya di atas kalian ada para penjaga, para penulis yang mulia”⁸.
Nabi ﵊ bersabda, “Pada kalian para malaikat bergiliran pada malam dan siang.” Maka bersama setiap insan ada malaikat yang melindunginya dari bahaya, dan malaikat yang mencatat amalnya serta segala yang keluar darinya.
Di antara malaikat ada pula yang ditugaskan mengurus rahim dan proses nutfah; sebagaimana dalam hadis Ibnu Mas‘ud ﵁: “Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan di rahim ibunya selama empat puluh hari sebagai nutfah, kemudian menjadi ‘alaqah selama itu pula, lalu menjadi mudghah selama itu pula, kemudian diutuslah malaikat kepadanya, meniupkan ruh ke dalamnya, dan diperintahkan dengan empat perkara: menuliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, serta apakah ia celaka atau …”