[—al-Khuzāʿī, guru Imam al-Bukhārī—berkata: “Barang siapa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka ia telah kafir; dan barang siapa mengingkari apa yang Allah sifatkan atas diri-Nya, maka ia pun telah kafir. Pada apa yang Allah sifatkan atas diri-Nya ataupun yang disampaikan Rasul-Nya tidak terdapat unsur penyerupaan. Maka siapa yang menetapkan bagi Allah apa yang dibawa oleh ayat-ayat yang tegas dan hadis-hadis sahih, dengan cara yang layak bagi keagungan-Nya, serta menafikan dari-Nya segala kekurangan, sungguh ia telah meniti jalan petunjuk ….” Selesai.
Inilah mazhab Salaf tentang nama dan sifat Allah, yakni menegaskannya sebagaimana datang dalam Kitab dan Sunnah, tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk, dan tanpa menafikan atau menolaknya; penetapan tanpa penyerupaan dan pensucian Allah tanpa penafian, sesuai firman-Nya: “Tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya; Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Barang siapa menuduh Salaf bahwa mazhab mereka adalah tafwidh, sungguh ia telah berdusta dan memfitnah mereka dengan sesuatu yang mereka berlepas diri darinya.
Kita memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan.]