Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

Kewajiban menghormati Nama-Nama Allah ﷾:
Allah Ta‘ālā berfirman: “Dan milik Allāh-lah nama-nama yang paling indah, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangkan nama-nama-Nya; kelak mereka akan mendapat balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan,”
dan Dia juga berfirman: “Allāh—tiada sesembahan yang berhak selain Dia—milik-Nyalah nama-nama yang paling indah.”
Allah mengabarkan bahwa nama-nama-Nya itu al-ḥusnā, artinya sangat indah, telah mencapai puncak keindahan—tiada yang lebih indah darinya—karena ia menunjukkan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan. Itulah nama-nama yang paling baik dan paling sempurna. Nama-nama-Nya—Subḥānahu—bersifat tawqīfī; kita tidak boleh menamai-Nya kecuali dengan apa yang Dia namakan untuk diri-Nya atau yang dinamakan oleh Rasul-Nya ﷺ.
Adapun firman-Nya, “maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya,” maksudnya: mohonlah kepada-Nya dan bertawassullah dengan nama-nama tersebut; seperti ucapan, “Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku; sesungguhnya Engkaulah al-Ghafūr, ar-Raḥīm.”
Nama-nama-Nya—Mahasuci Dia—sangat banyak, tidak dapat dihitung dan tidak dibatasi oleh bilangan tertentu. Di antaranya ada yang Allah rahasiakan dalam ilmu-Nya; tidak ada malaikat yang didekatkan ataupun nabi yang diutus yang mengetahuinya, sebagaimana dalam hadis sahih: “Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu: yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu.”
Imam Ibnul Qayyim ﵀ berkata, “Beliau membagi nama-nama-Nya menjadi tiga bagian: bagian yang Dia…"

1 Surah Ar-Ra’d, ayat 30. 2 Surah Al-A‘raf, ayat 180. 3 Surah Thaha, ayat 8.
وجوب احترام أسماء الله ﷾: قال الله تعالى: ﴿وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ ٢، وقال تعالى: ﴿اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاّ هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى﴾ ٣. يخبر تعالى أن أسماءه حسنى؛ أي: حسان، قد بلغت الغاية في الحسن؛ فلا أحسن منها؛ لما تدل عليه من صفات الكمال ونعوت الجلال؛ فهي أحسن الأسماء وأكملها، وأسماؤه سبحانه توقيفية؛ فلا يجوز لنا أن نسميه إلا بما سمى به نفسه أو سماه به رسوله ﷺ. وقوله تعالى: ﴿فَادْعُوهُ بِهَا﴾ ؛ أي: اسألوه وتوسلوا إليه بها؛ كما تقول: اللهم اغفر لي وارحمني؛ إنك أنت الغفور الرحيم. وأسماؤه - سبحانه - كثيرة؛ لا تحصر ولا تحد بعدد، منها ما استأثر الله بعلمه؛ فلا يعلمه ملك مقرَّب ولا نبيُّ مرسل؛ كما في الحديث الصحيح: "أسألك بكل اسم هو لك، سميت به نفسك، أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحداً من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك". قال الإمام ابن القيم ﵀: "فجعل أسماءه ثلاثة أقسام: قسم سمى
١ سورة الرعد، الآية ٣٠. ٢ سورة الأعراف، الأية ١٨٠. ٣ سورة طه، الآية ٨.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie