Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[…menegur Nabi ﷺ dan kaum Muslimin atas keluarnya mereka menghadapi musuh. Maka Allah menolak ucapan mereka dengan firman-Nya: “Katakanlah, ‘Sekalipun kalian berada di rumah kalian, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan terbunuh itu pasti akan keluar menuju tempat kematiannya.’” (1). Ini adalah ketentuan yang telah diputuskan Allah; ia pasti terjadi dan tidak dapat dihalangi dengan bersembunyi di rumah atau dengan ratapan. Ucapan “seandainya” setelah musibah turun tidak mendatangkan apa-apa kecuali penyesalan, kesedihan, luka batin, dan kelemahan, serta ia berpengaruh buruk terhadap akidah karena menggambarkan ketidakridhaan terhadap takdir.

Kemudian Allah—Mahatinggi—menyebutkan lagi ucapan lain dari kaum munafik itu dalam firman-Nya: “(Orang-orang) yang berkata kepada saudara-saudaranya, padahal mereka sendiri tidak ikut berperang, ‘Seandainya mereka menuruti kami, niscaya mereka tidak terbunuh.’” (2). Ini juga merupakan salah satu perkataan sebagian munafik pada hari Uhud; diriwayatkan bahwa yang mengatakannya adalah ‘Abdullah bin Ubay. Ia menentang takdir dengan mengatakan, “Andaikata mereka mendengar saran kami agar tetap tinggal dan tidak keluar, tentu mereka tidak terbunuh bersama orang-orang yang gugur.” Allah menjawab mereka dengan firman-Nya: “Katakanlah, ‘Maka tolaklah kematian dari dirimu sendiri (jika kalian benar).’” (3); maksudnya, bila duduk diam dan tidak keluar memang bisa menyelamatkan seseorang dari terbunuh atau mati, maka seharusnya kalian pun tidak akan mati; padahal kematian pasti akan datang menemui kalian di mana pun kalian berada. Karena itu, hindarkanlah ia dari diri kalian jika kalian memang jujur dalam klaim bahwa orang yang menuruti kalian akan selamat dari kematian.

Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah, ketika menukil ucapan Ibn Ubay ini, berkata: “Tatkala ia mundur pada hari Uhud sambil berkata, ‘Ia meninggalkan pendapatku dan pendapatnya lalu mengambil pendapat para pemuda’—atau ucapan semisal—maka bersamanya mundur pula banyak orang; sebagian besar di antara mereka sebelumnya belum pernah munafik. Mereka itu kaum Muslimin dan bersama mereka ada iman, yaitu cahaya yang Allah jadikan permisalan. Seandainya mereka wafat sebelum cobaan dan kemunafikan itu, niscaya mereka wafat di atas Islam. Mereka bukan termasuk mukmin sejati yang diuji lalu tetap teguh, dan bukan pula termasuk munafik yang berpaling dari iman karena cobaan….” Selesai.

Inti yang dapat diambil adalah bahwa membiasakan lidah dengan kata “seandainya” ketika musibah terjadi merupakan salah satu ciri

1. Surat Ali 'Imran, ayat 154. 2. Ali 'Imran, ayat 168. 3. Ali 'Imran, ayat 168.
النبي ﷺ والمسلمين لخروجهم إلى العدو، فرد الله عليهم بقوله تعالى: ﴿قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ﴾ ١؛ أي: هذا قدر مقدر من الله، لا بد أن يقع، ولا يمنع منه التحرز في البيوت والتلهف، وقول (لو) بعد نزول المصيبة لا يفيد إلا التحسر والحزن وإيلام النفس والضعف، مع تأثيره على العقيدة من حيث إنه يوحي بعدم التسليم للقدر. ثم ذكر سبحانه عن هؤلاء المنافقين مقالة أخرى، وذلك في قوله تعالى: ﴿الَّذِينَ قَالُوا لإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا﴾ ٢، وهذه من مقالات بعض المنافقين يوم أحد - أيضا، ويروى أنه عبد الله بن أبي، يعارض القدر، ويقول: لو سمعوا مشورتنا عليهم بالقعود وعدم الخروج؛ ما قتلوا مع من قتل. فرد الله عليهم بقوله: ﴿قُلْ فَادْرَأُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ﴾ ٣؛ أي: إذا كان القعود وعدم الخروج يسلم به الشخص من القتل أو الموت؛ فينبغي أن لا تموتوا، والموت لا بد أن يأتي إليكم في أي مكان؛ فادفعوه عن أنفسكم إن كنتم صادقين في دعواكم أن من أطاعكم سلم من القتل. قال شيخ الإسلام ابن تيمية لما ذكر مقالة ابن أبي هذه؛ قال: "فلما انخزل يوم أحد، وقال: يدع رأيي ورأيه ويأخذ برأي الصبيان "أو كما قال"؛ انخزل معه خلق كثير كان كثير منهم لم ينافق قبل ذلك؛ فألئك كانوا مسلمين، وكان معهم إيمان، هو الضوء الذي ضرب الله به المثل، فلو ماتوا قبل المحنة والنفاق؛ لماتوا على الإسلام، وهؤلاء لم يكونوا من المؤمنين حقا، الذين امتحنوا فثبتوا على المحنة، ولا من المنافقين الذين ارتدوا عن الإيمان بالمحنة.... " انتهى. والشاهد منه أن اللهج بكلمة (لو) عند حصول المصائب من سمات
١ سورة آل عمران، الآية ١٥٤. ٢آل عمران ١٦٨. ٣آل عمران ١٦٨.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie