[dan bahwa ia akan diberi balasan menurut niat awalnya; riwayat ini juga dinukil dari Al-Hasan dan selainnya …] (selesai kutipan).
[Maka jagalah amal-amal kalian dari syirik lebih ketat daripada kalian menjaga diri kalian dari musuh-musuh kalian, dan lebih ketat daripada kalian menjaga harta kalian dari pencuri; sebab bahaya syirik itu sangat besar.]
[Kami memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian keselamatan serta keikhlasan dalam ucapan dan perbuatan.]
[B. Menginginkan dunia dengan suatu amal]
[Menginginkan dunia dengan amal merupakan salah satu bentuk syirik dalam niat dan tujuan. Allah telah memperingatkan hal ini di dalam Kitab-Nya, dan Rasul-Nya pun telah memperingatkannya dalam Sunnah. Maksudnya, seseorang menjadikan amal yang seharusnya dilakukan untuk mencari rida Allah sebagai sarana meraih keuntungan duniawi; ini adalah syirik yang bertentangan dengan kesempurnaan tauhid dan menggugurkan amal.]
[Allah Ta‘ala berfirman: “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan sempurnakan bagi mereka balasan amal mereka di dunia dan mereka tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh apa-apa selain neraka; gugurlah apa yang telah mereka kerjakan di dunia dan sia-sia lah apa yang dahulu mereka perbuat.” (Hûd: 15–16).]
[Makna dua ayat mulia ini adalah: Allah—Mahasuci Dia—memberitakan bahwa siapa pun yang dengan amalnya hanya bermaksud meraih kesenangan-kesenangan dunia semata, maka Allah akan menyempurnakan balasan amalnya di dunia berupa kesehatan, kegembiraan, harta, keluarga, dan anak-anak. Hal itu dibatasi oleh kehendak-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam ayat lain: “Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami inginkan.” (Al-Isrâ’: 18). Orang-orang semacam ini tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, karena mereka tidak melakukan apa pun yang dapat menyelamatkan mereka darinya. Amalan mereka di akhirat batal dan tidak bernilai pahala, sebab mereka tidak meniatkannya untuk akhirat.]
[Qatâdah berkata: “Allah berfirman: Barang siapa dunia menjadi tujuan, keinginan, dan niatnya, Allah akan membalas kebaikannya di dunia, kemudian ia sampai di akhirat tanpa sedikit pun kebaikan yang dapat diberi balasan; sedangkan…]