Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

dengan Sunnah … selesai.

Allah telah mengancam orang-orang yang berbuat ria dengan kecelakaan; Dia berfirman: “Maka celakalah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria, dan yang enggan (menolong) dengan bantuan kecil.” (Al-Ma‘un: 4-7).

Allah Ta‘ala juga mengabarkan bahwa ria adalah salah satu sifat orang-orang munafik; Dia berfirman: “Sesungguhnya orang-orang munafik menipu Allah padahal Allah-lah yang menipu mereka; dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas; mereka bermaksud ria di hadapan manusia.” (An-Nisa’: 142).

Dari Abu Hurairah r.a. secara marfu‘, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda—dalam hadis qudsi: “Allah Ta‘ala berfirman: Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan lalu mempersekutukan-Ku di dalamnya dengan selain-Ku, maka Aku meninggalkannya bersama sekutunya.” (HR. Muslim). Artinya, siapa pun yang menujukan amalannya kepada selain Allah dari makhluk, Allah meninggalkan dirinya beserta sekutunya. Dalam riwayat Ibnu Mājah: “Maka Aku berlepas diri darinya, dan (amalannya) itu menjadi milik yang ia persekutukan.”

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Ketahuilah, beramal untuk selain Allah itu beberapa tingkatan. Pertama, ria murni, seperti keadaan orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: ‘Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas; mereka bermaksud ria di hadapan manusia’ (An-Nisa’: 142). Ria murni semacam ini hampir tidak muncul dari seorang mukmin dalam salat wajib atau puasa wajib, tetapi dapat terjadi pada sedekah, haji wajib, dan amalan lahiriah lain yang manfaatnya meluas, karena ikhlas di dalamnya sangat langka. Amalan semacam ini, tidak diragukan lagi, gugur dan pelakunya berhak mendapat kemurkaan serta hukuman Allah.

Kedua, suatu amalan dikerjakan untuk Allah namun disertai ria. Apabila ria menyertainya sejak awal, maka dalil-dalil sahih menunjukkan batalnya amalan tersebut. Namun jika amalan itu pada mulanya untuk Allah, lalu terlintas niat ria di tengah jalan, maka bila lintasan itu segera diusir, tidaklah membahayakan—tanpa ada khilaf. Jika ia menuruti lintasan itu, apakah amalnya kemudian batal atau tidak sehingga pelakunya tetap diberi balasan sesuai niat asalnya? Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama salaf; hal itu dinukil oleh Imam Ahmad dan Ibnu Jarir, dan keduanya lebih memilih pendapat bahwa amalnya tidak batal karenanya.

1 Surat Al-Ma'un, ayat 4–7. 2 Surat An-Nisa', ayat 142. 3 Surat An-Nisa', ayat 142.
بالسنة ... " انتهى. وقد توعد الله المرائين بالويل؛ فقال تعالى: ﴿فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَالَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَوَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ﴾ ١. وأخبر تعالى أن الرياء من صفات المنافقين؛ فقال: ﴿إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاؤُونَ النَّاسَ﴾ ٢. وعن أبي هريرة مرفوعا؛ قال: "قال الله تعالى: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملاً أشرك معي فيه غيري؛ تركته وشركه"، رواه مسلم؛ أي: من قصد بعمله غيري من المخلوقين؛ تركته وشركه، وفي رواية لابن ماجه: "فأنا منه بريء، وهو للذي أشرك". قال ابن رجب ﵀: "إعلم أن العمل لغير الله أقسام؛ فتارة يكون رياء محضا؛ كحال المنافقين؛ كما قال تعالى: ﴿وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاؤُونَ النَّاسَ﴾ ٣، وهذا الرياء المحض لا يكاد يصدر من مؤمن في فرض الصلاة والصيام، وقد يصدر في الصدقة أو الحج الواجب أو غيرهما من الأعمال الظاهرة أو التي يتعدى نفعها؛ فإن الإخلاص فيها عزيز، وهذا العمل لا يشك مسلم أنه حابط، وأن صاحبه يستحق المقت من الله والعقوبة. وتارة يكون العمل لله ويشاركه الرياء، فإن شاركة من أصله؛ فالنصوص الصحيحة تدل على بطلانه، وأما إن كان العمل لله وطرأ عليه نية الرياء؛ فإن كان خاطراً ثم دفعه؛ فلا يضره بغير خلاف، وإن استرسل معه؛ فهل يحبط عمله أو لا؛ فيجازي على أصل نيته؟ في ذلك اختلاف بين العلماء من السلف، قد حكاه الإمام أحمد وابن جرير، ورجّحا أن عمله لا يبطل بذلك،
١ سورة الماعون، الآيات ٤ ـ ٧. ٢ سورة النساء، الآية ١٤٢. ٣ سورة النساء، الآية ١٤٢.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie