[Dan Allah Ta‘ālā juga berfirman tentang Qārūn—yang telah Dia anugerahi harta benda yang sangat banyak, namun ia berlaku angkuh terhadap kaumnya. Ketika para penasihat menegurnya dan memerintahkannya agar mengakui nikmat Allah serta bersyukur, ia malah membangkang seraya berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi (kekayaan) itu karena ilmu yang ada padaku” (al-Qashash: 78). Maksudnya: aku meraih semua harta ini berkat kecerdikan dan pengetahuanku dalam mencari keuntungan, bukan karena karunia Allah. Akibatnya, kesudahannya termasuk yang terburuk dan hukumannya salah satu yang paling keras: Allah menelan dia beserta rumahnya ke dalam bumi karena ia mengingkari nikmat Allah dan menisbatkannya kepada selain-Nya, serta mengklaim bahwa ia memperolehnya dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri.
Betapa pantasnya manusia di zaman kita—yang terpedaya oleh berbagai penemuan dan kemampuan yang Allah berikan kepada mereka sebagai ujian—mendapat hukuman pula! Mereka tidak mensyukuri nikmat Allah; sebaliknya, mereka menyombongkan diri, berbangga-bangga dengan kekuatan dan kemampuan mereka, berbuat zalim di muka bumi tanpa hak, dan merendahkan hamba-hamba Allah. Sungguh, mereka amat layak menerima azab!
Sebelum mereka, kaum ‘Ād juga tertipu oleh kekuatannya sendiri. Allah Ta‘ālā berfirman tentang mereka: “Adapun kaum ‘Ād, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, ‘Siapa yang lebih kuat daripada kami?’ Tidakkah mereka melihat bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih kuat daripada mereka? Namun mereka tetap mengingkari tanda-tanda Kami. Maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat kencang dan dingin pada hari-hari yang penuh kesialan, agar Kami rasakan kepada mereka azab yang menghinakan di kehidupan dunia; dan sungguh azab akhirat lebih menghinakan, dan mereka tidak akan ditolong.” (Fusshilat: 15–16).
Berikut ini sebuah kisah yang Rasulullah ﷺ ceritakan tentang sekelompok orang sebelum kita. Allah menguji mereka lalu melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka: sebagian mengingkari nikmat Allah dan menisbatkan harta yang mereka raih kepada warisan leluhur mereka, maka Allah murka kepada mereka; sebagian lain mengakui karunia Allah dan bersyukur, maka Allah meridhai mereka.
Dari Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada tiga orang dari Bani Israil—seorang berpenyakit kusta, seorang botak, dan seorang buta. Allah hendak menguji mereka, lalu Dia mengutus kepada mereka seorang malaikat:”]