Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[Sebagian mereka berkata, “Kalau bukan karena si Fulan, tentu tidak akan terjadi begini dan begitu,” dan sebagian lain mengatakan, “Ini berkat syafaat sesembahan-sesembahan kami.”
Demikianlah, setiap orang menisbatkan nikmat kepada sosok yang ia agungkan—baik leluhur, berhala, ataupun manusia—seraya melupakan sumber yang sebenarnya dan Pemberi nikmat yang hakiki, yaitu Allah Mahasuci.
Sebagian lain menisbatkan nikmat dapat berlayar di laut dan keselamatan dari bahaya-nya kepada angin dan kepiawaian nakhoda; mereka berkata, “Anginnya baik dan nakhodanya ahli.”
Hal yang serupa juga banyak terdengar pada masa kini: banyak orang menisbatkan tercapainya berbagai nikmat dan tertolaknya bencana kepada usaha pemerintah atau individu, atau kepada kemajuan ilmu empiris. Mereka berkata, misalnya, “Kemajuan dunia medis telah menaklukkan penyakit-penyakit,” atau “Program-program tertentu telah melenyapkan kemiskinan dan kebodohan,” dan ucapan-ucapan sejenis. Seorang muslim wajib menjauhi dan mewaspadainya sepenuh hati, serta menisbatkan nikmat hanya kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Adapun segala upaya yang dilakukan sebagian makhluk, baik individu maupun kelompok, hanyalah sebab yang kadang berbuah dan kadang tidak; mereka pantas mendapat apresiasi sekadar usaha mereka, tetapi tidak boleh menisbatkan terwujudnya hasil itu kecuali kepada Allah semata.
Allah juga menceritakan dalam Kitab-Nya tentang kaum yang mengingkari nikmat-Nya dan menisbatkan harta serta karunia yang mereka peroleh kepada selain-Nya—entah karena merasa berhak, atau karena menganggapnya hasil kepandaian, pengetahuan, dan keterampilan mereka:
Allah Ta‘ālā berfirman tentang manusia: “Dan sungguh, apabila Kami merasakan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ia ditimpa kesusahan, niscaya ia benar-benar akan berkata, ‘Ini memang milikku, dan aku tidak menyangka kiamat itu akan terjadi. Dan seandainya aku dikembalikan kepada Tuhanku, sungguh di sisi-Nya pasti ada kebaikan bagiku.’ Maka Kami pasti akan memberitahukan kepada orang-orang kafir itu apa yang telah mereka kerjakan, dan benar-benar akan Kami rasakan kepada mereka azab yang berat.” (Fusshilat: 50). Ucapan “ini memang milikku” berarti: aku memperoleh semua ini berkat ilmuku; aku sungguh berhak atasnya, bukan karena anugerah dan keutamaan Allah—bukan pula karena daya dan kekuatanku sendiri.]

1. Surah Fussilat, ayat 50.
بعضهم: لولا فلان؛ لم يكن كذا وكذا، وبعضهم يقول: هذا بشفاعة آلهتنا". وهكذا كل ينسب النعمة إلى من يعظمه من الآباء والآلهة والأشخاص، متناسين مصدرها الصحيح، والمنعم بها على الحقيقة، وهو الله - سبحانه -. كما أن بعضهم ينسب نعمة السير في البحر والسلامة من خطره إلى الريح وحذق الملاح، فيقول: كانت الريح طيبة والملاح حاذقا. ومثله اليوم ما يجري على ألسنة الكثير من نسبة حصول النعم واندفاع النقم إلى مجهود الحكومات والأفراد أو تقدم العلم التجريبي؛ فيقولون مثلاً: تقدم الطب تغلب على الأمراض أو قضى عليها، والمجهودات الفلانية تقضي على الفقر والجهل ... وما أشبه ذلك من الألفاظ التي يجب على المسلم أن يبتعد عنها ويتحفظ منها غاية التحفظ، وأن ينسب النعم إلى الله وحده، ويشكره عليها، وما يجري على يد بعض المخلوقين أفراداًأو جماعات من المجهودات إنما هي أسباب قد تثمر وقد لا تثمر، وهم يشكرون على قدر ما بذلوه، ولكن؛ لا يجوز نسبة حصول النتائج إلا إلى الله - سبحانه -. وقد ذكر الله في كتابه الكريم عن أقوام أنكروا نعمة الله عليهم، ونسبوا ما حصلوا عليه من المال والنعمة إلى غير الله؛ إما إلى كونهم يستحقونها، أو إلى خبرتهم ومعرفتهم ومهارتهم: قال تعالى: عن الإنسان: ﴿وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ رَحْمَةً مِنَّا مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ هَذَا لِي وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُجِعْتُ إِلَى رَبِّي إِنَّ لِي عِنْدَهُ لَلْحُسْنَى فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِمَا عَمِلُوا وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ﴾ ١؛ فقوله: ﴿هَذَا لِي﴾ ؛ أي: حصلت على هذا بعلمي، وأنا محقوق به، لا أنه تفضل من الله ونعمه، ليس بحول العبد ولا بقوته.
١ صورة فصلت، الآية ٥٠.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie