Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

terbenamnya bintang tersebut; maka hal itu tidak sampai pada syirik akbar, melainkan termasuk syirik kecil, karena ia menisbatkan turunnya hujan kepada bintang—meskipun hanya secara kiasan—sebagai tindakan menutup pintu (terjadinya penyimpangan).

Al-Bukhārī dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khālid al-Juhanī r.a., ia berkata, “Suatu pagi Rasulullah ﷺ melaksanakan salat Subuh bersama kami di Ḥudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Setelah selesai, beliau menghadap kepada orang-orang lalu bersabda, ‘Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Pada pagi ini ada di antara hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: Kami diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah, dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur kepada bintang; sedangkan orang yang mengatakan: Kami diberi hujan oleh naw’ (bintang) ini dan itu, dialah yang kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang.’”

Sabda beliau ﷺ, “ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir,” beliau jelaskan: mukmin ialah yang menisbatkan hujan kepada karunia dan rahmat Allah, sedangkan kafir ialah yang menisbatkannya kepada bintang. Ini menjadi dalil bahwa tidak boleh menisbatkan perbuatan Allah kepada selain-Nya; perbuatan itu merupakan kekafiran. Jika seseorang meyakini bintang mempunyai pengaruh dalam menurunkan hujan, maka ia melakukan syirik akbar karena menyekutukan Allah dalam rububiyah, dan orang musyrik itu kafir. Bila ia tidak meyakini adanya pengaruh bintang, namun tetap menisbatkan hujan kepada bintang sekadar kiasan, perbuatan ini tetap haram dan tergolong syirik kecil, karena ia menisbatkan nikmat Allah kepada selain-Nya.

Al-Qurṭubī rahimahullāh berkata, “Orang-orang Arab, apabila sebuah bintang terbit di timur dan bintang lain terbenam di barat lalu pada saat itu turun hujan atau bertiup angin, sebagian mereka menisbatkannya kepada bintang yang terbit dan sebagian lagi menisbatkannya kepada bintang yang terbenam—menisbatkan sebagai sebab yang mencipta—seraya mengucapkan kalimat yang disebutkan dalam hadis. Syariat melarang pengucapan itu agar tidak seorang pun meyakini keyakinan mereka atau meniru ucapan mereka….” Selesai.

Muslim juga meriwayatkan dalam “Ṣaḥīḥ”-nya, terkait sebab turunnya firman Allah Ta‘ālā, “Maka Aku bersumpah dengan tempat-tempat beredarnya bintang…” (Al-Wāqi‘ah: 75-82), sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbās r.a.

ذلك النجم؛ فهذا لا يصل إلى الشرك الأكبر، ويكون من الشرك الأصغر؛ لأنه يحرم المطر إلى النجم، ولو على سبيل المجاز؛ سدًا للذريعة. وقد روى البخاري ومسلم عن بن خالد ﵁؛ قال: "صلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلمصلاة الصبح بالجديبة على أثر سماء كانت من الليل، فلما انصرف؛ أقبل على الناس، فقال: هل تدرون ماذا قال ربكم؟ قالوا: الله ورسوله أعلم. قال: قال أصبح عبادي مؤمن بي وكافر، فأما من قال: مطرنا بفضل الله ورحمته؛ فذلك مؤمن بي كافر بالكوكب، وأما من قال: مطرنا بنوء كذا وكذا؛ فذلك كافر بي مؤمن بالكوكب". فقوله ﷺ: "أصبح من عبادي مؤمن بي وكافر"، وفسر المؤمن بأنه الذي ينسب المطر إلى فضل الله ورحمته، وفسر الكافر بأنه الذي ينسب المطر إلى الكوكب، وهذا فيه دلي على أنه لا تجوز نسبة أفعال الله إلى غيره، وأن ذلك كفر، فإن اعتقد أن للكواكب تأثيرًا في إنزال المطر؛ فقد كفر أكبر؛ لأنه إشراك في الربوبية، والمشرك كافر، وإن لم يعتقد أن للكواكب تأثيرًا في إنزال المطر، وإنما نسبه إليها مجازًا؛ فهذا محرم، وهو من الشرك الأصغر؛ لأنه نسب نعمة الله إلى غيره. قال القرطبي ﵀: "وكانت العرب إذا نجم من المشرق، وسقط آخر من المغرب، فحدث عند ذلك مطر أو ريح؛ فمنهم من ينسبه إلى الطالع ومنهم من ينسبه إلى الغارب نسبة إيجاد واختراع، ويطلقون ذلك القول المذكور في الحديث؛ فنهى الشارع عن إطلاق ذلك؛ لئلا"يعتقد أحد اعتقادهم ولا يتشبه بهم في نطقهم ... " انتهى. وقد روى مسلم في "صحيحه" في سبب نزول قوله تعالى: ﴿فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ....﴾ الآيات (الواقعة: ٧٥ - ٨٢) عن ابن عباس - رضي الله

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie