Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

pengetahuan mereka.

Ibnu Rajab berkata, “Ilmu yang dibolehkan untuk dipelajari adalah ilmu tasyîr (pergerakan), bukan ilmu ta’tsîr (pengaruh); karena ilmu pengaruh—yakni keyakinan bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh—adalah batil dan haram, sedikit maupun banyak. Adapun ilmu pergerakan, maka seseorang mempelajari darinya apa yang ia perlukan untuk mendapatkan petunjuk, mengetahui arah kiblat, dan menentukan jalan; dan hal itu dibolehkan menurut jumhur ulama …” selesai.

Demikian juga mempelajari kedudukan matahari dan bulan untuk dijadikan petunjuk arah kiblat, waktu-waktu salat, pergantian musim, dan mengetahui saat matahari tergelincir.

Al-Khathâbî berkata, “Adapun ilmu perbintangan yang diperoleh melalui pengamatan dan berita yang dengannya diketahui waktu zawâl dan dipelajari arah kiblat, maka ia tidak termasuk hal yang dilarang. Sebab, mengetahui peredaran bayang-bayang tidak lebih dari kaidah bahwa selama bayang-bayang terus berkurang berarti matahari masih naik dari ufuk timur menuju pertengahan langit; dan ketika mulai bertambah berarti matahari telah turun dari pertengahan langit menuju ufuk barat. Ini adalah pengetahuan yang dapat dicapai dengan penglihatan langsung; hanya saja para ahli dalam bidang ini telah menatanya dengan alat-alat yang membuat orang yang menggunakannya tidak perlu lagi mengamati lamanya waktu dan titik-titik pengamatan …” selesai.

Ibnu al-Mundzir meriwayatkan dari Mujâhid bahwa beliau tidak memandang masalah apabila seseorang mempelajari fase-fase bulan.

Selanjutnya, akidah seorang muslim adalah harta yang paling berharga baginya; karena dengannya ia meraih keselamatan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, ia wajib berusaha menjauhi segala sesuatu yang dapat merusak atau menodainya berupa kesyirikan, khurafat, dan bid‘ah, agar akidah itu tetap jernih dan bercahaya, yakni dengan berpegang teguh kepada Kitabullah, Sunnah, dan apa yang dipegang Salafus Saleh. Hal itu tidak akan tercapai kecuali dengan mempelajari akidah ini serta mengetahui apa yang menentangnya dari keyakinan-keyakinan yang menyimpang, terlebih hari ini di tengah kaum muslimin telah banyak muncul para penipu, tukang sihir, dan para penganut kultus kubur serta makam untuk meminta hajat dan menghilangkan kesusahan—sebagaimana perbuatan kaum musyrik terdahulu atau bahkan lebih parah—di samping menjadikan para pembesar dan para

معرفتهم". وقال ابن رجب: "والمأذون في تعلمه علم التسيير لا علم التأثير؛ فإنه - أي: علم التأثير - باطل محرم قليله وكثيره، وأما علم التسيير؛ فيتعلم ما يحتاج إليه من الاهتداء ومعرفة القبلة والطرق، وهو جائز عند الجمهور ... " انتهى. وكذلك تعلم منازل الشمس والقمر للاستدلال على القبلة وأوقات الصلوات والفصول ومعرفة الزوال. قال الخطابي: "أما علم النجوم الذي يدرك من طريق المشاهدة والخبر الذي يعرف به الزوال وتعلم به جهة القبلة؛ فإنه غير داخل فيما نهي عنه، وذلك أن معرفة رصد الظل ليس شيئا أكثر من أن الظل ما دام متناقصا؛ فالشمس بعدُ صاعدة نحو وسط السماء من الأفق الشرقي، وإذا أخذ في الزيادة فالشمس هابطة من وسط السماء نحو الأفق الغربي، وهذا علم يصلح إدراكه بالمشاهدة؛ إلا أن أهل هذه الصناعة قد دبروها بما اتخذوه من الآلات التي يستغني الناظر فيها عن مراعاة مدته ومراصدته ... " انتهى. وروى ابن المنذر عن مجاهد أنه كان لا يرى بأسا أن يتعلم الرجل منازل القمر. وبعد؛ فإن عقيدة المسلم هي أعز شيء عنده؛ لأن بها نجاته وسعادته؛ فيجب عليه أن يحرص على تجنب ما يسيء إليها أو يمسها من الشركيات والخرافات والبدع؛ لتبقى صافية مضيئة، وذلك بالتزام الكتاب والسنة وما عليه السلف الصالح، ولا يتم ذلك إلا بتعلم هذه العقيدة، ومعرفة ما يضادها من العقائد المنحرفة، لا سيما وأنه قد كثر اليوم في صفوف المسلمين من يحترف التدجيل والشعوذة والتعلق بالقبور والأضرحة لطلب الحاجات وتفريج الكربات؛ كما كان عليه المشركون الأولون أو أشد، إضافة إلى اتخاذ السادة وأصحاب

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie