Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

bahwa keburukan itu bersumber dari sosok yang justru menjadi mata air kebaikan, yakni para rasul—shalawat dan salam bagi mereka. Hal itu tidak lain disebabkan kesesatan yang telah mengakar dalam jiwa mereka dan fitrah yang terbalik; padahal kebaikan dan keburukan sama-sama terjadi karena ketetapan dan takdir Allah, berlangsung sesuai hikmah dan ilmu-Nya sebagai anugerah. Kebaikan adalah karunia dari-Nya sekaligus ganjaran atas ketaatan, sedangkan keburukan adalah keadilan-Nya serta balasan dan hukuman atas kemaksiatan. Allah Ta‘ala berfirman, “Apa pun kebaikan yang menimpamu maka itu dari Allah, dan apa pun keburukan yang menimpamu maka itu dari dirimu sendiri.”

Anggapan sial (tatayyur) termasuk syirik, karena bergantung kepada selain Allah, meyakini datangnya bahaya dari makhluk yang tak kuasa menolak mudarat ataupun mendatangkan manfaat, berasal dari godaan dan bisikan setan, timbul dari hati yang diliputi rasa takut dan cemas, serta bertentangan dengan tawakal.

Berikut peringatan Rasul ﷺ tentang tatayyur: dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim beliau bersabda, “Tidak ada penularan (tanpa izin Allah), tidak ada anggapan sial, tidak ada burung hantu pembawa celaka, dan tidak ada (kesialan pada bulan) Safar.” Beliau juga bersabda, “Tidak ada penularan dan tidak ada anggapan sial; aku menyukai pertanda baik.” Mereka bertanya, “Apakah pertanda baik itu?” Beliau menjawab, “Ucapan yang baik.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dari Ibn Mas‘ud secara marfū‘ disebutkan, “Tatayyur adalah syirik, tatayyur adalah syirik.”

Dalam Shahih Muslim, Mu‘awiyah bin al-Hakam berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Di antara kami ada orang-orang yang melakukan tatayyur.” Beliau menjawab, “Itu hanyalah sesuatu yang kalian rasakan di dalam diri; jangan sampai hal itu menghalangi kalian.” Dengan demikian beliau ﷺ menjelaskan bahwa rasa tersakiti dan pesimisme akibat tatayyur semata-mata ada pada diri dan keyakinan pelakunya, bukan pada sesuatu yang dijadikan pertanda; delusi, rasa takut, dan kesyirikannyalah yang membuatnya mundur karena terpengaruh oleh apa yang ia lihat atau dengar.

Beliau ﷺ menerangkan kepada umatnya kerusakan tatayyur agar mereka mengetahui bahwa Allah Yang Mahasuci tidak menjadikan padanya tanda apa pun, petunjuk apa pun, serta tidak menentukannya sebagai sebab bagi apa yang mereka takuti; sehingga hati mereka tenang dan jiwa mereka tentram pada keesaan-Nya—Mahatinggi Dia—yang karenanya Dia mengutus para rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya, dan menciptakan langit serta bumi. Dengan itu, tercabutlah ikatan syirik dari hati mereka. Maka siapa yang berpegang teguh pada tali tauhid yang kuat, berlindung pada tali-Nya yang kokoh, dan bertawakal

Surat an-Nisa’, ayat 79.
الشر بمن هو مصدر الخير، وهم الرسل عليهم الصلاة والسلام، وما ذلك إلا لتمكن الضلالة في نفوسهم، وانتكاس فطرهم، وإلا؛ فالخير والشر كلاهما بقضاء الله وقدره، ويجريان حسب حكمته وعلمه تفضلاً؛ فالخير تفضل منه وجزاء على فعل الطاعة، والشر عدل منه وجزاء وعقوبة على فعل المعصية؛ قال تعالى: ﴿مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ﴾ ١. والتطير شرك؛ لكونه تعلق على غير الله، واعتقاد بحصول الضرر من مخلوق لا يملك لنفسه ضرًا ولا نفعا، ولكونه من إلقاء الشيطان ووسوسته، ولكونه يصدر عن القلب خوفا وخشية، وهو ينافي التوكل. وإليكم ما قاله الرسول ﷺ محذرًا من التطير: فقد روى الشيخان عن النبي ﷺ؛ أنه قال: "لا عدوى، ولا طيرة، ولا هامة، ولا صفر". وقال ﷺ: "لا عدوى ولا طيرة، ويعجبني الفأل. قالوا: وما الفأل؟ قال: الكلمة الطيبة"، متفق عليه. وعن ابن مسعود مرفوعا: "الطيرة شرك، الطيرة شرك". وفي "صحيح مسلم" عن معاوية بن الحكم؛ أنه قال لرسول الله ﷺ: "ومنا أناس يتطيرون؟ قال: ذلك شيء يجده أحدكم في نفسه؛ فلا يصدَّنَّكم"؛ فأخبر صلى الله عليه وسلمأن تأذيه وتشاؤمه بالطَّيَرة إنما هو في نفسه وعقيدته لا في المتطيَّر به؛ فوهمه وخوفه وإشراكه هو الذي يطيره ويصده تأثرًا بما رآه أو سمعه. فأوضح صلى الله عليه وسلملأمته وبين لهم فساد الطيرة؛ ليعلموا أن الله سبحانه لم يجعل لهم عليها علامة، ولا فيها لهم دلالة، ولا نصبها سببا لما يخافونه ويحذرونه، ولتطمئن قلوبهم وتسكن نفوسهم إلى وحدانيته - تعالى، التي أرسل بها رسله، وأنزل بها كتبه، وخلق لأجلها السماوات والأرض؛ فقطع علق الشرك من قلوبهم، فمن استمسك بعروة التوحيد الوثقى، واعتصم بحبله المتين، وتوكل
١ سورة النساء، الآية ٧٩.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie