Al-Irshad ila Sahih al-Itiqad wa al-Radd ala Ahl al-Shirk wa al-IlhadShalih al-Fauzan

[Dan jimat-jimat itu ada yang terbuat dari tulang, ada yang dari manik-manik, ada pula yang berupa tulisan dan lain-lain; semuanya tidak diperbolehkan.

Kadang yang digantung itu berupa (ayat-ayat) Al-Qur’an. Apabila berupa Al-Qur’an, para ulama berselisih antara membolehkan dan melarangnya. Pendapat yang lebih kuat menyatakan tidak boleh, sebagai tindakan menutup pintu (kepada kesyirikan), karena hal itu akan mengantarkan kepada menggantungkan selain Al-Qur’an. Lagi pula, tidak ada pengecualian di dalam nash-nash yang melarang penggunaan jimat, seperti hadits Ibnu Mas‘ud, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ruqyah, jimat, dan tiwalah adalah syirik,’” diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. Demikian pula hadits ‘Uqbah bin ‘Amir secara marfu‘: “Barang siapa menggantungkan jimat, sungguh ia telah berbuat syirik.” Teks-teks ini bersifat umum dan tidak ada pengecualian baginya.

  1. Bertabarruk dengan pepohonan, peninggalan, dan bangunan: yang dimaksud tabarruk ialah meminta, mengharap, serta meyakini adanya berkah pada benda-benda tersebut.

Hukumnya adalah syirik besar, karena menggantungkan keberkahan kepada selain Allah Ta‘ala. Para penyembah berhala dahulu pun mencari berkah dari berhala-berhala mereka; maka bertabarruk kepada kubur orang-orang saleh sama dengan bertabarruk kepada al-Lāt, dan bertabarruk kepada pohon-pohon serta batu-batu sama dengan bertabarruk kepada al-‘Uzzā dan Manāt.

Dari Abu Waqid al-Laitsī رضي الله عنه ia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah ﷺ menuju Ḥunain, padahal kami baru saja meninggalkan kekufuran. Kaum musyrik memiliki sebuah pohon bidara yang mereka kerumuni dan tempat mereka menggantungkan senjata, yang disebut Dzātu Anwāṭ. Ketika kami melewati sebuah pohon bidara, kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, buatkanlah untuk kami Dzātu Anwāṭ sebagaimana mereka mempunyai Dzātu Anwāṭ.’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Allāhu Akbar, itulah sunnah (orang-orang terdahulu)! Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian telah mengatakan sebagaimana Bani Israil berkata kepada Musa: “Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan-sesembahan.” (al-A‘rāf: 138). Sungguh kalian akan menempuh jalan orang-orang sebelum kalian.’” Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī dan ia mensahihkannya.

  1. Sihir: yaitu sesuatu yang tersembunyi dan halus sebabnya; ia dinamakan sihir karena terjadi melalui hal-hal gaib yang tidak…]
Surah Al-A'raf, ayat 138.
وقد تكون التمائم من عظام ومن خرز ومن كتابة وغير ذلك، وهذا لا يجوز. وقد يكون المعلق من القرآن، فإذا كان من القرآن؛ فقد اختلف العلماء في جوازه وعدم جوازه، والراجح عدم جوازه؛ سدّاً للذريعة، فإنه يفضي إلى تعليق غير القرآن، ولأنه لا مخصص للنصوص المانعة من تعليق التمائم؛ كحديث ابن مسعود ﵁؛ قال: سمعت رسول الله ﷺ يقول: "الرقى والتمائم والتولة شرك"، رواه أحمد وأبو داود، وعن عقبة بن عامر مرفوعا: "من علق تميمة؛ فقد أشرك"، وهذه نصوص عامة لا مخصص لها. ٣- التبرك بالأشجار والآثار والبنايات: والتبرك معناه طلب البركة ورجاؤها واعتقادها في تلك الأشياء. وحكمه أنه شرك أكبر؛ لأنه تعلق على غير الله سبحانه في حصول البركة، وعباد الأوثان إنما كانوا يطلبون البركة منها؛ فالتبرك بقبور الصالحين كالتبرك باللات، والتبرك بالأشجار والأحجار كالتبرك بالعزى ومناة. وعن أبي واقد الليثي؛ قال: خرجنا مع رسول الله ﷺ إلى حنين، ونحن حدثاء عهد بكفر، وللمشركين سدرة يعكفون عندها، وينوطون بها أسلحتهم، يقال لها: ذات أنواط، فمررنا بسدرة، فقلنا: يا رسول الله! اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط. فقال رسول الله ﷺ: "الله أكبر؛ إنها السنن، قلتم - والذي نفسي بيده - كما قالت بنو إسرائيل لموسى: ﴿اجْعَلْ لَنَا إِلَهاً كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ﴾ ١، لتركبن سنن من كان قبلكم"، رواه الترمذي وصححه. ٤- السحر: وهو عبارة عما خفي ولطف سببه، سمي سحرًا لأنه يحصل بأمور خفية لا
١ سورة الأعراف، الآية ١٣٨.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie