[dunia; dan Dia menjadikan akhirat lebih baik daripada yang pertama, serta penghabisan lebih sempurna daripada permulaan. Betapa jauhnya perbedaan antara ucapan malaikat kepada Rasul: “Bacalah!” lalu beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca,”(1) dan firman-Nya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.” (Al-Mâ’idah: 3)!
-
Dia Mahasuci telah mengumpulkan apa yang Dia cerai-beraikan di alam raya ke dalam diri Adam; maka ia adalah alam kecil yang memuat segala yang ada di alam besar.
-
Ia merupakan sari pati dan buah seluruh wujud, maka pantaslah ia diciptakan setelah makhluk-makhluk lain.
-
Ini termasuk kemuliaannya di sisi Penciptanya: Dia telah menyiapkan baginya segala maslahat, kebutuhan, peralatan hidup, dan sebab-sebab kehidupannya; belum sempat ia mengangkat kepala, semua itu sudah tersedia di hadapannya.
-
Allah hendak menampakkan kemuliaan dan keutamaan Adam atas seluruh makhluk, maka Dia mendahulukan mereka dalam penciptaan. Karena itu para malaikat berkata, “Biarlah Rabb kami menciptakan apa yang Dia kehendaki; Dia tidak akan menciptakan makhluk yang lebih mulia di sisi-Nya daripada kami.”(2) Ketika Dia menciptakan Adam dan memerintahkan mereka agar bersujud kepadanya, tampaklah keunggulan dan kemuliaannya atas mereka melalui ilmu dan pengetahuan. Saat Adam terjatuh dalam dosa, para malaikat mengira keutamaan itu telah dicabut, karena mereka belum mengetahui ibadah tobat yang tersembunyi. Namun ketika ia bertobat kepada Rabb-nya dan menunaikan ibadah tersebut, para malaikat pun menyadari bahwa dalam ciptaan-Nya terdapat rahasia yang hanya Dia sendiri mengetahuinya.
-
Ketika Allah memulai penciptaan alam ini dengan (menciptakan) pena, sangatlah serasi bila Dia menutupnya dengan menciptakan manusia; sebab pena adalah alat ilmu, sedangkan manusia adalah…]