dan tak ada yang menjenguk; hawa nafsu terjaga sementara akal terlelap; ia tenggelam dalam kelalaiannya, tersesat buta dalam kemabukannya, berenang di samudra kebodohannya; merasa asing terhadap Rabb-nya, namun merasa akrab dengan makhluk-Nya. Menyebut-nyebut manusia adalah buah dan makanannya, sedangkan menyebut Allah bagai kurungan dan kematiannya. Untuk Allah darinya hanya secuil bagian lahiriah, sedangkan hati dan keyakinannya ia serahkan kepada selain-Nya?!
Celakalah orang yang masih menyisakan sedikit saja untuk selain-Mu; para pencela pun akan menemukan jalan masuk kepadanya (1).
Pasal
Makhluk pertama yang diciptakan ialah pena, agar ia menuliskan takdir sebelum semuanya terjadi (2). Sedangkan Adam dijadikan sebagai makhluk paling akhir, dan di dalamnya terdapat beberapa hikmah:
- Menyiapkan rumah sebelum penghuninya.
- Manusia menjadi tujuan, sehingga segala yang lain—langit, bumi, matahari, bulan, daratan, dan lautan—diciptakan karenanya.
- Tukang paling mahir menutup karyanya dengan yang terindah dan paling sempurna, sebagaimana ia memulainya dengan fondasi dan asas-asasnya.
- Jiwa selalu menanti penutup dan akhir; karena itu Musa lebih dulu berkata kepada para penyihir: “Lemparkanlah apa yang hendak kalian lempar!” (Yunus: 80). Tatkala orang-orang melihat perbuatan mereka, mereka pun menunggu apa yang akan terjadi sesudahnya.
- Allah Mahasuci Dia menangguhkan kitab-kitab terbaik, para nabi terbaik, dan umat terbaik hingga akhir