[Ketika kemenangan beliau telah sempurna, beliau telah menyampaikan risalah dan menunaikan amanah, lalu sampailah kepadanya maklumat Ilahi: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, agar Allah mengampuni bagimu dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, membimbingmu ke jalan yang lurus, dan menolongmu dengan pertolongan yang perkasa.” (Al-Fath: 1-3). Sesudah itu terbit pula pengesahan firman-Nya: “Apabila pertolongan Allah dan kemenangan itu telah datang, dan engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong.” (An-Nasr: 1-2). Maka datanglah utusan Rabb-nya menawarkan kepadanya pilihan antara tetap tinggal di dunia atau berjumpa dengan-Nya; beliau pun memilih perjumpaan dengan Rabb-nya karena kerinduan kepada-Nya. Surga-surga pun berhias menyambut kedatangan ruh beliau yang mulia—tidak seperti hiasan sebuah kota ketika menyambut kedatangan seorang raja. Bila ‘Arsy ar-Raḥmān pernah berguncang karena gembira menyambut ruh sebagian pengikut-Nya, bagaimana pula dengan kedatangan ruh Pemimpin seluruh makhluk?!
Wahai engkau yang menisbatkan diri kepada selain majelis ini! Wahai engkau yang berdiri di depan pintu selain pintu ini! Kelak pada hari dikumpulkannya manusia engkau akan mengetahui rahasia apa … yang akan kau bawa pada hari ketika seluruh rahasia disingkap.
Fasal
• Wahai orang yang tertipu oleh angan-angan! Iblis dilaknat dan dijatuhkan dari singgasana kemuliaannya hanya karena meninggalkan satu sujud yang diperintahkan kepadanya. Adam dikeluarkan dari surga hanya karena satu suapan yang ia makan. Seorang pembunuh dihalangi memasukinya—padahal ia telah melihatnya dengan mata kepala—hanya karena segenggam darah. Pezina diperintahkan dibunuh dengan hukuman paling mengerikan hanya karena memasukkan ujung jari ke tempat yang haram. Punggung dicambuk keras hanya karena satu kata menuduh zina atau setetes minuman memabukkan. Anggota tubuhmu dapat dipotong hanya karena tiga dirham. Maka janganlah engkau merasa aman; Dia bisa saja menahanmu di neraka karena satu saja dari maksiat-maksiatmu: “Dan Dia tidak takut terhadap akibat-Nya.” (Asy-Syams: 15)]