Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[Bagaimanapun, penerbit tetap patut diapresiasi karena menjadi yang pertama kali menerbitkan kitab berharga ini dan menyodorkannya kepada para penuntut ilmu; semoga Allah membalasnya dengan balasan terbaik atas jasa yang telah ia persembahkan demi ilmu dan para pengusungnya.

Setelah itu, terbitlah cetakan-cetakan susulan yang seluruhnya bertumpu pada cetakan tersebut. Ke dalamnya merembes—bahkan kian bertambah—seluruh cacat yang telah kami sebutkan, karena para penanggung jawabnya tidak kembali kepada naskah manuskrip asli. Sungguh aneh, para peneliti sampai melakukan “penelitian, koreksi, pentahkikan, pentakhrijan, dan penyusunan pengantar” hanya bersandar pada cetakan-cetakan yang beredar, padahal cetakan-cetakan itu justru lebih banyak memuat kesalahan, perubahan, dan kelalaian daripada cetakan pertama. Padahal, mendapatkan naskah asli jauh lebih mudah daripada bersusah payah membandingkan berbagai cetakan guna meraih teks yang bersih! Salinan mikrofilm “al-Kawākib” kini tersedia di banyak pusat ilmiah dan universitas Islam; seharusnya naskah itulah yang dijadikan rujukan ketika kitab hendak dicetak ulang.

• Cetakan ini:
Dalam penerbitan edisi kali ini, saya bertumpu pada satu-satunya manuskrip asli yang telah saya paparkan keadaannya. Dengan menandingkan cetakan pertama kepada manuskrip tersebut, saya membetulkan banyak kesalahan dan penyelewengan, menambal bagian yang terjatuh—kadang lebih dari satu baris—serta menghapus tambahan-tambahan yang tidak terdapat dalam naskah. Dengan demikian, teks ini kini identik dengan naskah asli, tanpa lebih dan tanpa kurang. Saya juga meniadakan “Tafsir awal surat al-ʿAnkabūt” karya Syekh al-Islām (1), karena—sebagaimana telah saya sebutkan—ia bukan bagian dari kitab “al-Fawāʾid.”]

Saya telah menerbitkannya ulang dalam "Jami’ al-Masail" (3/251–261).
والناشر على كل حال مشكور لسبقه إلى نشر هذا الكتاب النفيس وتقديمه إلى المتعطشين للعلم لأول مرة، فجزاه الله أحسن الجزاء على ما قام به من خدمة للعلم وأهله. ثم توالت طبعات الكتاب بالاعتماد على تلك الطبعة، وتسرَّبت إليها جميعًا -بل زادت- تلك العيوب التي ذكرناها، لعدم رجوع القائمين عليها إلى الأصل المخطوط، ومن الغريب حقًّا أن يقوم المحققون بتحقيق الكتاب وتصحيحه وضبطه وتخريجه وخدمته وتقديمه بالاعتماد على الطبعات المتداولة، وهي أكثر خطأ وتحريفًا وسقطًا من الطبعة الأولى، مع أن الحصول على الأصل كان أسهل لهم من معاناة المقابلة بين الطبعات المختلفة والوصول إلى نص سليم في ضوئها! وتوجد مصورة "الكواكب" الآن في كثير من المراكز العلمية والجامعات الإسلامية، فكان الواجب الرجوع إليها عند إعادة طبع الكتاب. • هذه الطبعة: كان الاعتماد في إخراج هذه الطبعة على الأصل المخطوط الوحيد الذي سبق وصفه، وبمقابلة الطبعة الأولى على هذا الأصل صححتُ كثيرًا من الأخطاء والتحريفات الواقعة فيها واستدركتُ السقط الذي قد يتجاوز أكثر من سطر، وحذفتُ الزيادات التي زيدت على الأصل. وهكذا أصبح النصُّ مطابقًا للأصل دون زيادة أو نقص. وحذفتُ "تفسير أول العنكبوت" لشيخ الإسلام (١)، لأنه ليس من كتاب "الفوائد" كما ذكرتُ.
(١) أعدتُ نشره في "جامع المسائل" (٣/ ٢٥١ - ٢٦١).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie